HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah mengingatkan mahasiswa dan masyarakat yang turun ke jalan pada Rabu (28/10/2026) agar menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak mudah terprovokasi.
Imbauan ini disampaikan di tengah rencana aksi demonstrasi yang menjadi salah satu bentuk penyampaian pendapat di muka umum.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menegaskan bahwa pemerintah menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat selama tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.
Syahganda mengatakan, penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Karena itu, masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik dan pandangan terhadap pemerintah.
“Pemerintah mengimbau seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi pada aksi tanggal 28 Oktober 2026 agar melaksanakan kegiatan tersebut dengan tertib, aman, dan damai,” ujar Syahganda, melalui keterangannya, Rabu (28/10).
Menurutnya, ruang demokrasi perlu dijaga bersama agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara konstruktif dan tidak berujung pada tindakan yang merugikan masyarakat luas.
Ia juga mengingatkan peserta aksi agar bertanggung jawab selama demonstrasi berlangsung, menghindari tindakan anarkis, serta tidak mudah terpengaruh provokasi.
Fasilitas publik turut menjadi perhatian. Syahganda meminta peserta aksi ikut menjaga sarana umum agar aktivitas masyarakat yang lain tidak terganggu.
Kritik Tetap Diberi Ruang
Pemerintah, lanjut Syahganda, tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan. Ia menilai perbedaan pandangan dan kritik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi.
“Pemerintah akan terus terbuka terhadap masukan masyarakat dan interaksi ini merupakan ruang positif yang perlu dijaga bersama,” katanya.
Ia berharap aspirasi yang disampaikan melalui demonstrasi dapat menjadi bagian dari komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah.
“Penyampaian aspirasi sebaiknya tetap mengedepankan cara-cara damai, musyawarah, dan dialog, bukan provokasi atau kekerasan,” tegasnya.
Aparat Diminta Kedepankan Pendekatan Humanis
Selain menyampaikan imbauan kepada peserta demonstrasi, Syahganda juga meminta aparat keamanan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis saat mengawal aksi.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar situasi tetap kondusif tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Dengan begitu, ketertiban dan keamanan diharapkan tetap terjaga, sementara ruang demokrasi bagi masyarakat juga dihormati.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...