HOLOPIS.COM, JAKARTA – Singapura makin serius mendorong penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di dunia bisnis. Pemerintah setempat meluncurkan sejumlah inisiatif untuk membantu perusahaan besar hingga usaha kecil dan menengah (UKM) mengadopsi teknologi AI, sekaligus mempercepat penerapannya di berbagai sektor industri.
Enterprise Singapore (EnterpriseSG) mengumumkan program tersebut pada Selasa, sebagaimana dilaporkan Xinhua. Salah satu langkahnya adalah program Champions of AI yang akan dimulai dengan melibatkan 24 perusahaan dari berbagai industri.
Melalui program Champions of AI, EnterpriseSG bersama sejumlah lembaga pemerintah akan membantu perusahaan menyusun peta jalan transformasi AI untuk jangka panjang.
Dukungan yang disiapkan mencakup akses terhadap tenaga ahli, solusi teknologi, serta peningkatan keterampilan karyawan agar mampu mengikuti perubahan cara kerja berbasis AI.
Program ini menyasar perusahaan yang beroperasi di Singapura dan memiliki komitmen menjadikan AI sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis.
Sebanyak 24 perusahaan akan menjadi kelompok awal. Jumlah peserta direncanakan bertambah secara bertahap seiring perluasan program.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa adopsi AI tidak hanya diarahkan pada penggunaan perangkat lunak baru, tetapi juga perubahan strategi bisnis, proses operasional, dan kemampuan sumber daya manusia.
UKM Mulai Didorong Pakai Agentic AI
Bukan hanya perusahaan besar yang menjadi sasaran. Pemerintah Singapura juga menyiapkan dukungan bagi usaha kecil dan menengah agar dapat memanfaatkan teknologi AI dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Salah satu fokusnya adalah agentic AI, yakni teknologi AI yang dapat menjalankan rangkaian tugas untuk mencapai tujuan tertentu dengan tingkat kemandirian yang bervariasi, sesuai sistem dan batasan yang diberikan.
Lebih dari 280 UKM telah mengikuti program percontohan untuk menerapkan perangkat agentic AI dalam bidang pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan.
Lokakarya tambahan dijadwalkan mulai diluncurkan pada bulan berikutnya, kemudian diperluas lebih lanjut pada 2027.
Penerapan teknologi ini berpotensi membantu pelaku usaha mengotomatisasi sejumlah pekerjaan rutin, mempercepat respons kepada pelanggan, dan mendukung aktivitas penjualan. Namun, hasilnya tetap bergantung pada kesiapan teknologi, kualitas data, serta kemampuan perusahaan mengintegrasikannya ke dalam proses bisnis.
AI Dibidik untuk Manufaktur dan Logistik
Singapura juga meluncurkan inisiatif Catalytic AI Solutions untuk mempercepat adopsi AI di berbagai sektor industri.
Pada tahap awal, program tersebut akan berfokus pada manufaktur canggih, perdagangan, dan logistik.
Ketiga sektor ini memiliki berbagai aktivitas yang berpotensi didukung AI, mulai dari analisis data operasional, perencanaan produksi, pengelolaan persediaan, hingga optimalisasi rantai pasok.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...