Singapura Serius Garap AI, Siapkan Dana Rp2,1 Triliun

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

Melalui pendekatan lintas sektor, pemerintah Singapura ingin mendorong penggunaan AI yang lebih luas, bukan hanya terbatas pada perusahaan teknologi.

Langkah tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan industri masing-masing.

Siapkan Dana S$150 Juta untuk Riset Material

Selain mendorong penerapan AI di dunia usaha, Singapura juga memperluas penggunaannya dalam penelitian dan pengembangan material canggih.

Agency for Science, Technology and Research (A*STAR) meluncurkan Materials Accelerator for Research, Venture and Enterprise Launchpad dengan dukungan pendanaan sekitar 150 juta dolar Singapura.

Dengan kurs yang dicantumkan dalam laporan sumber, yakni S$1 setara Rp14.160, nilai pendanaan tersebut mencapai sekitar Rp2,124 triliun.

Inisiatif ini ditujukan untuk menjembatani kesenjangan antara hasil penelitian dan penerapan komersial, sehingga inovasi dari laboratorium berpeluang dikembangkan menjadi produk yang dapat diproduksi dalam skala lebih besar.

Program tersebut akan menggabungkan model AI dengan laboratorium terotomatisasi untuk mempercepat proses penemuan, pengujian, dan komersialisasi material canggih.

AI Bantu Peneliti, tetapi Tantangannya Masih Ada

Pemanfaatan AI dalam penelitian material dinilai dapat membantu peneliti menemukan kandidat material baru dengan lebih cepat. Meski begitu, proses untuk menghasilkan material yang benar-benar bisa dibuat, diuji, dan diproduksi secara massal masih menjadi tantangan.

“AI membantu para peneliti mengidentifikasi material baru yang menjanjikan dengan lebih cepat, tetapi mengubahnya menjadi material yang dapat disintesis, divalidasi, dan diproduksi dalam skala besar masih menjadi sebuah tantangan,” kata pernyataan itu.

Tantangan tersebut memperlihatkan bahwa AI bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan inovasi. Pengujian ilmiah, kesiapan fasilitas, proses manufaktur, dan validasi hasil tetap dibutuhkan sebelum sebuah temuan bisa dikomersialkan.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Singapura berupaya memperluas pemanfaatan AI, dari kegiatan operasional perusahaan hingga riset material canggih.

Fokusnya tidak hanya pada pengembangan teknologi, tetapi juga bagaimana AI dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas bisnis dan mempercepat lahirnya inovasi yang memiliki nilai ekonomi.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU