JAKARTA, HOLOPIS.COM – Beras premium mendadak susah ditemukan di sejumlah ritel modern. Ada apa sebenarnya? Pemerintah akhirnya buka suara soal kondisi ini.
Beras premium belakangan ramai disebut susah ditemukan di sejumlah ritel modern, khususnya di wilayah Jakarta.
Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan soal ketersediaan beras di tengah masyarakat.
Namun, pemerintah memastikan kelangkaan beras premium di sejumlah gerai ritel bukan karena stok beras nasional menipis.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut ada penyebab lain di balik kondisi tersebut.
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan mengatakan, pasokan beras secara umum masih aman.
Kelangkaan di ritel modern disebut berkaitan dengan penghentian produksi sejumlah beras fortifikasi yang sebelumnya beredar di jaringan ritel.
“Jadi terkait masalah kelangkaan di ritel modern, itu adalah sebagai efek dari mungkin, produsen-produsen yang kemarin menyalurkan beras fortifikasi ke ritel modern, itu kan nggak boleh lagi memproduksi beras fortifikasi,” kata Hermawan, Selasa (29/9/2026).
Penghentian produksi tersebut dilakukan setelah hasil pengawasan Bapanas bersama Satgas Pangan menemukan adanya ketidaksesuaian antara kandungan nutrisi dan klaim yang tercantum pada label produk.
Hermawan menyebut hasil pemeriksaan laboratorium tengah dievaluasi oleh Satgas Pangan Polri.
“Hampir 90% produksi mereka itu semuanya bermasalah. Jadi dari hasil pengawasan, memerintahkan untuk menarik semua berasnya yang di ritel modern dari peredaran,” ujarnya.
Meski sejumlah ritel modern di Jakarta mengalami keterbatasan beras premium, pemerintah menegaskan kondisi tersebut tidak mencerminkan kelangkaan beras secara nasional.
Hermawan mengatakan beras premium maupun medium masih banyak ditemukan di pasar tradisional.



