HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dituding terlalu bersikap arogan dalam menanggapi kritik terhadap pemerintahan.
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengatakan hal tersebut setelah pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut banyak pengamat dengan kata goblok.
“Prabowo Subianto terlalu emosional dalam menerima kritik dan masukan terhadap pemerintahan serta program yang sedang dijalankan,” kata Fernando dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (22/9).
“Semakin menunjukkan bahwa Prabowo Subianto adalah sosok yang arogan dan tidak siap menerima kritik,” sambungnya.
Fernando bahkan menyentil sikap Presiden Prabowo yang seakan tidak berkaca terhadap dirinya sendiri yang terkesan anti kritik.
“Saya kira pernyataan Prabowo tersebut lebih pantas ditujukan terhadap dirinya sendiri. Seharusnya sebagai presiden mau membuka diri terhadap kritik yang diberikan oleh berbagai pihak,” ucapnya.
“Jangan merasa bahwa dia sudah paling sempurna sehingga tidak memerlukan kritik,” imbuhnya.
Prabowo Subianto menurut Fernando malah seperti katak dalam tempurung memimpin Indonesia. Berbagai informasi yang ada di luar pemerintahan hanya dianggap angin lalu.
“Masukan dan informasi yang benar hanya dari orang-orang disekitarnya sehingga masukan dan kritik dianggap tidak penting,” tegasnya.
Dengan sikap arogannya tersebut, Fernando meyakini bahwa nasib kepemimpinan Presiden Prabowo tidak akan berumur lama. Oleh karena itu, Fernando berharap Prabowo tidak berharap banyak untuk menjabat dua periode.
“Saya semakin yakin kalau Prabowo Subianto tidak akan menuntaskan kepemimpinannya sampai 2029. Jadi sebaiknya Prabowo jangan terlalu jauh memikirkan untuk memikirkan kontestasi 2029 sedangkan untuk menuntaskan periode pertamanya saja sangat sulit dan sangat terbuka diturunkan sebelum habis masa jabatannya,” tuntasnya.




