Kenapa Kelopak Mata Sering Berkedut Sendiri? Ini Penyebabnya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kelopak mata yang tiba-tiba berkedut sendiri bisa terasa mengganggu, apalagi ketika muncul berulang kali dalam sehari. Gerakannya biasanya kecil dan cepat, bahkan terkadang hanya terasa tanpa terlihat jelas oleh orang lain.

Kondisi tersebut dalam banyak kasus bukan sesuatu yang berbahaya. Salah satu jenis yang paling umum disebut myokymia, yaitu kontraksi kecil yang terjadi secara tidak terkendali pada otot kelopak mata. Kedutan dapat terjadi pada kelopak mata atas maupun bawah dan biasanya hanya mengenai salah satu mata dalam satu waktu.

Meski umumnya tidak berbahaya, ada sejumlah faktor yang dapat memicu munculnya kedutan. Berikut beberapa di antaranya.

1. Kurang tidur dan kelelahan

Kurang tidur menjadi salah satu pemicu yang cukup umum. Ketika tubuh mengalami kelelahan, otot di sekitar mata juga dapat ikut mengalami ketegangan sehingga kelopak mata lebih mudah berkedut.

Kondisi ini biasanya semakin terasa ketika seseorang memiliki waktu istirahat yang tidak cukup selama beberapa hari. Pada sebagian orang, kedutan dapat berkurang setelah tubuh mendapatkan tidur dan istirahat yang lebih baik.

Karena itu, jika kedutan muncul setelah beberapa hari kurang tidur atau terlalu banyak beraktivitas, memperbaiki waktu istirahat dapat menjadi salah satu langkah awal yang bisa dilakukan.

2. Terlalu banyak kafein

Kopi memang menjadi minuman andalan banyak orang untuk menjaga energi, tetapi konsumsi kafein berlebihan juga dapat menjadi salah satu pemicu kedutan pada kelopak mata. Kafein memiliki efek stimulan terhadap sistem saraf. Pada orang yang sensitif terhadap kafein, konsumsi dalam jumlah tinggi dapat membuat kedutan terasa lebih sering atau lebih kuat.

Jika menyadari kelopak mata mulai sering berkedut setelah mengonsumsi beberapa cangkir kopi, minuman energi, teh atau produk lain yang mengandung kafein, mengurangi konsumsinya dapat membantu melihat apakah keluhan tersebut ikut mereda.

3. Stres dan terlalu lama menatap layar

Stres juga dapat berperan dalam munculnya kedutan pada kelopak mata. Ketika seseorang sedang mengalami tekanan atau stres, tubuh dapat memberikan berbagai respons fisik, termasuk munculnya ketegangan pada otot.

Selain itu, mata yang terlalu lama digunakan untuk menatap layar juga dapat mengalami kelelahan. Penggunaan komputer, ponsel atau perangkat digital dalam waktu panjang dapat membuat mata terasa tegang dan kering, terutama jika seseorang jarang mengalihkan pandangan atau beristirahat sejenak.

Mengurangi ketegangan mata dan memberikan waktu istirahat pada mata dapat membantu apabila kedutan berkaitan dengan kondisi tersebut.

4. Mata mengalami iritasi atau kering

Kedutan tidak selalu berkaitan dengan kurang tidur atau kopi. Permukaan mata yang mengalami iritasi juga dapat menjadi salah satu pemicunya. Mata kering, paparan angin, polusi, cahaya yang terlalu terang hingga iritasi pada permukaan mata dapat membuat area di sekitar mata terasa tidak nyaman. Pada kondisi tersebut, kelopak mata bisa mengalami kedutan sebagai salah satu respons tubuh.

Apabila kedutan disertai rasa kering, seperti ada sesuatu yang mengganjal di mata, sensitif terhadap cahaya atau mata terlihat kemerahan, keluhannya sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai efek kelelahan biasa.

5. Kebiasaan dan kondisi tertentu juga bisa menjadi pemicu

Selain faktor yang umum, beberapa kebiasaan seperti konsumsi alkohol dan nikotin juga dapat berkaitan dengan munculnya kedutan. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan kedutan sebagai efek samping.

Pada sebagian kecil kasus, kedutan kelopak mata dapat berkaitan dengan kondisi lain seperti blepharitis, mata kering atau gangguan gerakan pada otot di sekitar mata. Ada pula jenis kedutan tertentu yang dapat melibatkan bagian wajah lain, bukan hanya kelopak mata.

Namun, kondisi serius yang menyebabkan kedutan tergolong jarang. Jika berkaitan dengan gangguan saraf atau kondisi tertentu lainnya, biasanya terdapat gejala tambahan yang menyertai.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Sobat Holopis tidak perlu langsung panik jika kelopak mata sesekali berkedut. Pada umumnya, keluhan ringan dapat mereda sendiri setelah tubuh mendapatkan cukup istirahat, stres berkurang dan konsumsi kafein dikurangi.

Namun, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan apabila kedutan terus berlangsung selama beberapa minggu atau tidak kunjung membaik. Periksa juga jika kedutan sampai membuat kelopak mata menutup sepenuhnya, membuat seseorang kesulitan membuka mata atau mulai mengganggu penglihatan maupun aktivitas sehari-hari.

Konsultasi dengan dokter juga penting apabila kedutan disertai kelopak mata turun, mata merah atau bengkak, keluar cairan dari mata, bagian wajah terasa lemah atau kaku, maupun gerakan tidak terkendali yang mulai muncul di bagian wajah atau tubuh lainnya

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU