SARAWAK, HOLOPIS.COM – Karhutla di Kalimantan makin meluas. Kabut asap menyeberang ke Sarawak, Malaysia, hingga kualitas udara memburuk dan 108 sekolah terpaksa ditutup.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan mulai memberi dampak lintas batas.
Kabut asap yang menyebar hingga Sarawak, Malaysia, membuat kualitas udara memburuk dan memaksa 108 sekolah di wilayah Serian ditutup sementara.
Penutupan sekolah dilakukan setelah indeks polusi udara atau Air Pollutant Index (API) di sejumlah wilayah Sarawak menembus angka 200.
Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan sistem pembelajaran dari rumah.
Komite Manajemen Bencana Sarawak menyebut kebijakan tersebut mengacu pada Rencana Aksi Kabut Asap Nasional Malaysia.
Berdasarkan aturan itu, sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan ditutup ketika API mencapai 200.
“Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung melalui pembelajaran dari rumah,” demikian pernyataan Komite Manajemen Bencana Sarawak, dikutip dari Bernama, Jumat (21/8/2026).
Kondisi udara di Sarawak sendiri disebut mulai menunjukkan tren memburuk sejak awal Agustus.
Pada 12 Agustus pukul 16.00 waktu setempat, Tebedu mencatat API 212, sedangkan Serian mencapai 202.
Kedua wilayah tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.
Tak hanya Serian dan Tebedu, penurunan kualitas udara juga terjadi di sejumlah wilayah lain.
Di antaranya Miri, Lundu, Lubok Antu, Lawas, Samalaju, Samarahan, Kuching, Sri Aman, Sarikei, Sibu, dan Bintulu.




