Karhutla Kalimantan Makin Ganas, 108 Sekolah di Sarawak Malaysia Terpaksa Ditutup

0 Shares

Malaysia menetapkan API 0-50 sebagai kategori sehat, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan lebih dari 300 masuk kategori berbahaya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah Malaysia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada di atas ambang tidak sehat.

Dampak kabut asap bukan cuma mengganggu aktivitas masyarakat. Kesehatan warga juga menjadi perhatian pemerintah Malaysia.

Kementerian Kesehatan Malaysia meminta masyarakat segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami gangguan pernapasan, seperti sesak napas maupun batuk yang berlangsung lama.

Pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap penyakit yang berkaitan dengan paparan kabut asap.

Fasilitas kesehatan disiapkan untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya kasus gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang memburuk.

Persediaan obat-obatan dan tenaga medis turut diperkuat sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap.

Memburuknya kualitas udara di Sarawak terjadi ketika aktivitas karhutla di wilayah Kalimantan masih tinggi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.487 titik panas di Kalimantan berdasarkan pemantauan Satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8/2026).

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik panas paling banyak, yakni mencapai 767 titik.

Berikutnya Kalimantan Barat dengan 560 titik.

Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing mencatat 74 titik panas.

Adapun Kalimantan Utara menjadi wilayah dengan jumlah titik panas paling sedikit, yakni tiga titik.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU