Karhutla Kalimantan Makin Ganas, 108 Sekolah di Sarawak Malaysia Terpaksa Ditutup

0 Shares

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan sebaran titik panas tersebut masih menjadi perhatian pemerintah, terlebih terjadi di tengah musim kemarau.

“Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik,” kata Berton dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas.

Pemetaan wilayah rawan juga diperkuat untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang meluas.

Pemerintah daerah diminta memastikan sarana dan prasarana pemadaman tersedia dan dapat digunakan ketika terjadi kebakaran.

Sistem deteksi dini juga terus diperkuat agar titik api bisa segera diketahui dan ditangani sebelum meluas.

Masyarakat pun diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran, terutama di wilayah yang rawan terbakar selama musim kemarau.

Warga yang menemukan titik api diminta segera melaporkannya kepada otoritas setempat.

Langkah cepat menjadi penting agar kebakaran tidak berkembang menjadi karhutla yang lebih besar dan kembali berdampak terhadap kualitas udara, termasuk hingga wilayah negara tetangga.

Kasus di Sarawak menunjukkan bahwa dampak karhutla Kalimantan tak berhenti di wilayah Indonesia.

Ketika jumlah titik panas masih tinggi dan asap bergerak lintas wilayah, persoalan kebakaran hutan dan lahan bisa dengan cepat berubah menjadi masalah kesehatan dan aktivitas masyarakat di kawasan sekitar.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU