HOLOPIS.COM, LABUAN BAJO — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bantuan pemerintah untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak berhenti di posko. Bantuan, termasuk yang dikirim atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, ditargetkan diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi salah satu perhatian utama pemerintah selama masa tanggap bencana.
Mulai dari pangan, sandang, hingga kebutuhan permakanan dan nonpermakanan, pemerintah memastikan bantuan terus disalurkan ke lokasi pengungsian.
“Tentu saja kita akan pastikan masyarakat terdampak di sini menerima bantuan pangan dan kebutuhan sandang, kebutuhan dasar permakanan dan nonpermakanan kita pastikan terpenuhi di sini,” ujar Abdul Muhari melalui pernyataan resmi, Kamis (20/8).
Pengungsi Tersebar, Distribusi Bantuan Jadi Tantangan
Abdul mengakui proses distribusi bantuan di wilayah terdampak tidak selalu mudah. Salah satu kendalanya adalah pola pengungsian warga yang tersebar di sejumlah lokasi.
Gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8) membuat ribuan warga memilih mengungsi secara mandiri. Kondisi tersebut membuat proses pendataan sekaligus penyaluran logistik menjadi lebih rumit.
Situasi juga diperparah dengan gempa susulan yang masih terjadi. Sebagian warga akhirnya memilih tetap bertahan di lokasi pengungsian karena khawatir kembali ke rumah.
BNPB bersama pos komando yang dipimpin pemerintah daerah pun terus melakukan pendataan sekaligus memastikan kebutuhan para pengungsi tetap terlayani.
“Ini menjadi perhatian kita. Tentu saja, selain pendataan bangunan yang rusak terus kita lakukan, tetapi masyarakat yang masih mengungsi karena kita lihat banyak anak-anak, banyak ibu-ibu, banyak lansia juga yang akan kita pastikan selama nanti masih ada pengungsi-pengungsi mandiri ini kita sekali lagi pastikan kebutuhan makanan dan permakanan terpenuhi,” tuturnya.
253 Ton Logistik Sudah Dikirim
BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak hingga kini masih bergerak menyalurkan berbagai kebutuhan kepada masyarakat.
Sejak Sabtu (15/8) hingga Rabu (19/8) pagi, pemerintah telah mengirimkan sekitar 253 ton logistik atas instruksi Presiden Prabowo.




