HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD 75 per barel dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.
Selain harga minyak, pemerintah juga memasang target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan asumsi tersebut dalam Pidato Kenegaraan di Rapat Paripurna DPR RI terkait penyampaian keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Harga minyak mentah Indonesia diperkirakan 75 dolar Amerika Serikat per barel. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari,” jelas Prabowo.
Harga Minyak USD 75 Jadi Asumsi RAPBN 2027
Asumsi harga minyak mentah tersebut menjadi salah satu bagian dari kerangka ekonomi makro yang digunakan pemerintah dalam menyusun RAPBN 2027.
Selain sektor minyak dan gas, pemerintah juga menetapkan sejumlah target ekonomi lainnya untuk tahun depan.
Pertumbuhan ekonomi 2027 ditargetkan mencapai 6 persen, sementara inflasi dijaga pada level 2,5 persen.
Pemerintah juga memperkirakan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di angka 6,9 persen.
Sementara itu, nilai tukar rupiah diasumsikan berada di kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.
Asumsi Makro RAPBN 2027
Indikator Target/Asumsi 2027
- Harga minyak mentah Indonesia USD 75/barel
- Lifting minyak 610 ribu barel/hari
- Lifting gas 954 ribu barel setara minyak/hari
- Pertumbuhan ekonomi 6%
- Inflasi 2,5%
- Suku bunga SBN 10 tahun 6,9%
- Nilai tukar Rp17.500/USD
Capaian Semester I 2026 Jadi Pijakan
Prabowo mengatakan penyusunan RAPBN 2027 tidak dilakukan tanpa melihat perkembangan ekonomi sepanjang tahun berjalan.
Menurutnya, capaian pada semester pertama 2026 menjadi salah satu pijakan pemerintah dalam menyusun rancangan anggaran tahun depan.
Pemerintah, kata Prabowo, tetap merancang RAPBN 2027 secara ekspansif dengan pendekatan yang kolaboratif, terarah dan terukur.
“Capaian semester pertama tahun 2026 adalah pijakan kita dalam menyusun RAPBN tahun 2027. Untuk itu, arsitektur RAPBN tahun 2027 didesain tetap ekspansif secara kolaboratif, terarah, dan terukur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan sejahtera lebih cepat,” jelas Prabowo.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
8 Program Prioritas Jadi Fokus RAPBN 2027
Dalam pidatonya, Prabowo juga memaparkan delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang menjadi fokus RAPBN 2027.
Delapan program tersebut meliputi:
- Kedaulatan pangan
- Kemandirian energi dan air
- Pendidikan
- Kesehatan
- Hilirisasi dan industrialisasi
- Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana
- Penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa
- Penurunan kemiskinan
Delapan agenda tersebut menjadi bagian dari arah kebijakan pemerintah dalam RAPBN 2027.



