Logistik tersebut terdiri dari berbagai kebutuhan, mulai dari makanan dan minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, hingga kebutuhan lain untuk mendukung warga selama berada di pengungsian.
Pengiriman bantuan dilakukan melalui dua pos pendukung logistik utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere.
Dari Labuan Bajo, bantuan kemudian didistribusikan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada.
Sementara dari Maumere, distribusi diarahkan ke Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Skema tersebut dilakukan agar bantuan yang masuk dapat diteruskan ke wilayah terdampak sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
Donasi 646 Ton Siap Disalurkan
Selain bantuan pemerintah, dukungan dari berbagai pihak juga mulai terkumpul.
BNPB mencatat hingga Rabu (19/8) malam terdapat sekitar 646 ton donasi yang telah diterima dan siap didistribusikan ke wilayah terdampak.
Bantuan tersebut diharapkan bisa memperkuat pasokan logistik pemerintah, terutama untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih bertahan di pengungsian mandiri.
BNPB menegaskan penyaluran bantuan akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan dukungan. Pendataan warga terdampak dan kerusakan bangunan juga berjalan beriringan agar bantuan bisa diarahkan ke lokasi yang tepat.
Dengan kondisi pengungsian yang tersebar dan potensi gempa susulan, pemerintah masih harus memastikan distribusi logistik tidak hanya cepat, tetapi juga benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.




