HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana kekeringan hingga saat ini masih konsisten melanda wilayah Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah sejak beberapa waktu yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kekeringan dipicu oleh sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau sehingga menyebabkan berkurangnya cadangan sumber air bersih.
“Kekeringan berdampak pada sekitar 160 kepala keluarga atau 480 jiwa di Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kejadian tersebut,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (9/8).
Sebagai upaya penanganan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, Abdul menjelaskan bahwa BPBD Kota Salatiga melakukan pendistribusian atau dropping air bersih.
“Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah yang mengalami kekurangan sumber air akibat kondisi musim kemarau,” ujarnya.
Pada Sabtu, (8/8) BPBD Kota Salatiga kembali melakukan dropping air bersih kepada masyarakat terdampak dengan total 10.000 liter atau sebanyak dua tangki air bersih.
“Penanganan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” imbuhnya.
Penanganan kekeringan di Kota Salatiga dilaksanakan dalam kerangka status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan berdasarkan Keputusan Wali Kota Salatiga Nomor 300.2/131/2026, yang berlaku mulai 29 April hingga 25 Oktober 2026.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026, berlaku mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026.


