Israel Serang Markas Hezbollah di Beirut, Dua Orang Dilaporkan Tewas

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Militer Israel melancarkan serangan ke wilayah selatan Beirut, Lebanon, pada Minggu (14/6), setelah kelompok Hezbollah menembakkan proyektil ke wilayah Israel. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai empat lainnya, menurut laporan kantor berita pemerintah Lebanon.

Israel sebelumnya menuduh Hezbollah meluncurkan tiga proyektil ke sejumlah komunitas di wilayah utara negara itu. Militer Israel menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata yang berlaku.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan serangan itu merupakan respons langsung atas tembakan yang diarahkan ke wilayah Israel.

“IDF kini telah menyerang target-target teroris milik organisasi teroris Hezbollah di kawasan Dahiyeh, Beirut, sebagai respons atas penembakan ke wilayah Israel,” demikian pernyataan bersama Netanyahu dan Katz, dikutip Holopis.com, Minggu (14/6).

Menurut kantor berita nasional Lebanon (NNA), serangan tersebut menghantam sebuah apartemen di kawasan Dahiyeh, yang dikenal sebagai basis kuat Hezbollah di Beirut selatan. Sumber keamanan Lebanon menyebut serangan itu diduga dilakukan secara terarah menggunakan dua rudal.

Sementara itu, militer Israel menyatakan operasi tersebut merupakan serangan presisi yang menyasar pusat komando Hezbollah.

- Advertisement -

Hingga kini Hezbollah belum memberikan tanggapan langsung terkait klaim Israel. Namun kelompok yang didukung Iran itu menyatakan telah meluncurkan rudal dan drone ke arah pasukan Israel yang berada di Lebanon selatan.

Ketegangan terbaru ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan di kawasan. Amerika Serikat dan Iran dilaporkan semakin dekat menuju kesepakatan yang diharapkan dapat meredakan konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Namun serangan Israel ke Beirut kembali memunculkan kekhawatiran bahwa proses negosiasi tersebut dapat terganggu. Iran selama ini menjadikan penghentian pertempuran di Lebanon sebagai salah satu syarat penting dalam setiap kesepakatan yang melibatkan Washington.

Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menilai serangan di Beirut menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak mampu atau tidak memiliki kemauan untuk memastikan komitmen yang telah disepakati berjalan sebagaimana mestinya.

Di sisi lain, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan mentoleransi serangan apa pun yang mengarah ke wilayah negaranya.

“Israel tidak akan mentoleransi penembakan ke wilayahnya,” tulis Netanyahu melalui akun X miliknya.

Sebelum melancarkan serangan, militer Israel juga sempat mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga di sedikitnya 30 kota dan desa di Lebanon selatan.

Meski pemerintah Lebanon masih melakukan pembicaraan gencatan senjata dengan Israel melalui mediasi internasional, bentrokan di wilayah perbatasan terus terjadi. Hezbollah menolak proses negosiasi tersebut dan menegaskan bahwa penghentian konflik hanya dapat tercapai jika seluruh aksi militer dihentikan serta pasukan Israel ditarik dari wilayah Lebanon selatan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU