Kemenpar Bidik Devisa Rp264 Miliar Lewat Promosi Wisata Premium di Tiongkok

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menempuh strategi promosi unik dengan memadukan kemewahan resor bintang lima dan kehangatan kuliner lokal seperti tempe serta mi instan untuk menjaring kunjungan wisatawan mancanegara asal Tiongkok.

Upaya yang dikemas dalam rangkaian Sales Mission di Shanghai dan Guangzhou pada akhir Mei 2026 ini sukses mencetak potensi devisa fantastis mencapai Rp264,8 miliar atau setara dengan USD 14,96 juta.

Langkah jemput bola ini sengaja membidik pasar Tiongkok yang kembali bergeliat pascapandemi. Lewat kampanye Wonderful Indonesia “Go Beyond Ordinary”, Kemenpar membawa kolaborasi lintas sektor yang tidak biasa untuk memperkuat daya tarik promosi nasional.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa pendekatan pemasaran kolaboratif (collaborative marketing) ini menjadi senjata ampuh untuk memberikan kesan mendalam bagi calon wisatawan. Pihaknya sengaja menggandeng merek-merek ikonik nasional untuk bersinergi dengan industri akomodasi premium.

“Sales Mission ini menjadi upaya Kementerian Pariwisata untuk memperkuat promosi Wonderful Indonesia di pasar Tiongkok sekaligus memperluas jejaring bisnis antara pelaku industri pariwisata kedua negara. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia,” ujar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resminya, Selasa (2/6/2026).

Keunikan promosi ini terlihat dari bagaimana produk merakyat seperti Rusto’s Tempeh, Indomie, Milkita, Kapal Api, hingga kerupuk Papatonk bersanding manis dengan jajaran akomodasi kelas dunia di hadapan para mitra agen perjalanan di Tiongkok.

- Advertisement -

Di sektor penginapan premium, Kemenpar memboyong para pemain besar seperti AYANA Resort Bali, AYANA Komodo Waecicu Beach, Kappa Sense Ubud, JHL Collection, The Mulia Resorts & Villas, Somewhere Lombok, Seven Secrets Resort Lombok, Four Seasons Resort Bali, hingga Puri Bagus Lovina.

Sinergi tersebut diperkuat oleh kehadiran para pelaku jasa perjalanan dan atraksi wisata seperti PT Wahyu Mandiri Tour, New Bidadari Tour, Alexandra Bali Tour, Penjor Tours Bali, Alas Harum Bali, hingga The Yoga Barn yang menawarkan paket pariwisata kebugaran (wellness tourism) serta regeneratif yang ramah lingkungan.

Melalui pertemuan bisnis tatap muka langsung (table top meeting), delegasi Indonesia berhasil menjaring potensi transaksi bisnis sebesar Rp109,17 miliar atau sekitar USD 6,17 juta, dengan perkiraan jumlah wisatawan potensial (potential pax) mencapai 12.336 orang.

Pasar Tiongkok sendiri merupakan kantong wisman yang sangat vital bagi Indonesia. Data Kemenpar menunjukkan bahwa pada tahun 2025, Tiongkok menempati posisi keempat sebagai penyumbang turis asing terbesar dengan realisasi 1,34 juta kunjungan.

Untuk tahun 2026, pemerintah memasang target ambisius sebesar 1,559 juta hingga 1,726 juta kunjungan. Optimisme ini didorong oleh pertumbuhan positif hingga Maret 2026 di mana angka kunjungan turis Tiongkok telah menyentuh 357.740, melonjak 25,1 persen secara tahunan.

“Saat ini, penerbangan langsung dari berbagai kota di Tiongkok menuju destinasi di Indonesia seperti Bali, Jakarta, Surabaya, dan Manado terus menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya permintaan perjalanan wisata,” pungkas Made dalam optimisme pencapaian target tersebut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU