HOLOPIS.COM, JAKARTA – BPDP resmi membuka Beasiswa SDM Sawit 2026 mulai 3 Juni dengan kuota 5.000 orang, simak syarat pendaftaran dan daftar kampus mitranya.
Program Beasiswa SDM Sawit 2026 resmi kembali dibuka oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mulai 3 Juni 2026.
Program ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Tahun ini, BPDP menaikkan kuota penerima beasiswa menjadi 5.000 orang, meningkat dari 4.000 pada tahun sebelumnya.
Lonjakan kuota ini sekaligus menjadikan Beasiswa SDM Sawit 2026 sebagai penyelenggaraan terbesar sejak program ini pertama kali diluncurkan pada 2016.
Dalam kurun waktu hampir satu dekade, program ini telah menjangkau lebih dari 13.265 penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah menilai kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor perkebunan sawit masih sangat tinggi, terutama menghadapi tantangan industri global yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menegaskan bahwa peningkatan kuota ini bukan sekadar ekspansi program, melainkan bagian dari investasi jangka panjang pembangunan manusia Indonesia.
“Selama BPDP berdiri, program Beasiswa SDM Sawit akan terus berjalan. Tahun ini kami tingkatkan menjadi 5.000 penerima agar semakin banyak generasi muda yang mendapat kesempatan pendidikan tinggi dan siap masuk ke industri sawit,” ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Selasa (2/6).
Program ini juga merupakan bagian dari kolaborasi antara BPDP, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, serta 42 lembaga pendidikan mitra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Iim Mucharam, menegaskan bahwa sektor sawit membutuhkan regenerasi SDM yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan industri sawit tidak lagi hanya soal produksi, tetapi juga efisiensi, keberlanjutan, digitalisasi, dan standar global yang semakin ketat.
Di sisi lain, Direktur Politeknik Citra Widya Edukasi (CWE), Ir. St. Nugroho Kristono, M.T., menekankan pentingnya keterhubungan antara dunia pendidikan dan industri agar lulusan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga siap kerja di lapangan.
Program Beasiswa SDM Sawit 2026 terbuka untuk jenjang Diploma (D1, D2, D3, D4) dan Sarjana (S1) dengan berbagai bidang studi seperti agribisnis, agroteknologi, teknologi hasil pertanian, teknik mesin, teknik kimia, mekanisasi pertanian, hingga teknologi informasi.
Jalur Pendaftaran
Program ini dirancang dengan berbagai jalur penerimaan agar menjangkau seluruh ekosistem perkebunan sawit di Indonesia.
Jalur tersebut meliputi pekebun dan keluarga pekebun, karyawan atau pekerja perkebunan kelapa sawit, keluarga pekerja perkebunan, pengurus kelembagaan pekebun, pengurus asosiasi pekebun, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) bidang perkelapasawitan
Skema ini dibuat untuk memastikan distribusi manfaat pendidikan tidak hanya terpusat di satu kelompok, tetapi menyentuh seluruh rantai industri sawit dari hulu hingga hilir.
Syarat Umum
Meski terbuka luas, program ini tetap memiliki sejumlah persyaratan ketat untuk menjaga kualitas penerima.
Beberapa syarat utama antara lain:
Usia maksimal 23 tahun
Lulusan SMA/SMK atau pendidikan setara
Nilai rapor minimal rata-rata 7 (atau 6 untuk wilayah 3T)
IPK minimal 2,75 bagi lulusan diploma/sarjana
Sehat jasmani, termasuk tidak buta warna
Tidak sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi lain
Bersedia mengikuti pendidikan penuh waktu
Untuk jalur pekerja dan pengurus kelembagaan, terdapat tambahan syarat berupa pengalaman kerja minimal dua tahun di sektor perkebunan sawit.
Sistem Seleksi
Iim mengatakan, seleksi Beasiswa SDM Sawit 2026 dilakukan secara bertahap dan melibatkan banyak pihak.
Peserta melakukan pendaftaran online melalui kanal Pendaftaran sdmperkebunan.bpdp.or.id.
Kemudian dokumen peserta akan melalui proses verifikasi berlapis. Ditjen Perkebunan akan melakukan seleksi awal, kemudian data diteruskan ke Dinas Kabupaten/Kota untuk verifikasi administratif.
Selanjutnya, Dinas Provinsi akan melakukan verifikasi lanjutan sebelum hasilnya kembali ke Ditjen Perkebunan.
Tahap akhir mencakup seleksi akademik, wawancara, dan analisis rasio kebutuhan kuota sebelum ditetapkan sebagai penerima beasiswa.
Sistem ini dirancang agar proses seleksi berlangsung ketat, transparan, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan industri perkebunan sawit nasional.
Sistem berlapis ini dirancang untuk memastikan hanya peserta yang memenuhi kriteria akademik, administratif, dan latar belakang yang dapat lolos sebagai penerima.
Adapun timeline Pendaftaran Beasiswa Sawit 2026 adalah sebagai berikut:
Pendaftaran online: 3–20 Juni 2026
Seleksi administrasi: 2–24 Juni 2026
Seleksi wawancara/akademik: 23 Juli–29 Agustus 2026
Pengumuman: 7 September 2026
Berikut daftar lengkap perguruan tinggi mitra beserta program studi yang ditawarkan:
1. Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta – D1 Pembibitan Kelapa Sawit, D1 Pemeliharaan Kelapa Sawit, D2 Teknik Pengolahan Kelapa Sawit
2. AKOM Bantaeng – D2 Analisis Kimia, Teknik Perawatan Mesin, Agribisnis
3. Institut Pertanian Stiper Yogyakarta (Instiper) – S1 Agroteknologi, S1 Teknik Pertanian, S1 Teknologi Hasil Pertanian
4. Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia – S1 Agroteknologi, Teknologi Pasca Panen
5. Institut Teknologi Sains Bandung – D3 Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit
6. Institut Teknologi Sawit Indonesia – D4 Budidaya Perkebunan, Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan; S1 Agribisnis, Proteksi Tanaman, Sistem Teknologi Informasi, Teknik Kimia
7. Politeknik Aceh – D3 Akuntansi, Mekatronika
8. Politeknik Aceh Selatan – D3 Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Mesin, Otomasi Sistem Permesinan
9. Politeknik ATI Makassar – D3 Teknik Manufaktur Industri Agro, Analisis Kimia, Manajemen Logistik Industri Agro
10. Politeknik ATI Padang – D3 Teknik Industri Agro, Teknik Kimia Bahan Nabati, Teknologi Rekayasa Bioproses Energi Terbarukan
11. Politeknik Caltex Riau – D4 Akuntansi Perpajakan, Teknik Informatika, Teknik Mesin, Teknologi Rekayasa Mekatronika
12. Politeknik Citra Widya Edukasi – D3 Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit, Manajemen Logistik, Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan; D4 Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
13. Politeknik Indonesia Venezuela – D3 Agroindustri, Pengelolaan Perkebunan, Teknik Mesin
14. Politeknik Jambi – D4 Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Alat Berat; D2 Teknik Pengolahan Kelapa Sawit
15. Politeknik Kampar – D3 Perawatan dan Perbaikan Mesin, Teknik Informatika, Teknik Pengolahan Sawit, Manajemen Agribisnis
16. Politeknik Kutaraja – D4 Pengelolaan Perkebunan; D3 Teknologi Rekayasa Logistik, Akuntansi; D2 Perawatan Mesin Pengolah Hasil Perkebunan
17. Politeknik LPP Yogyakarta – D3 Akuntansi, Budidaya Tanaman Perkebunan, Pengelolaan Perkebunan; D4 Teknologi Rekayasa Kimia Industri
18. Politeknik Negeri Lhokseumawe – D3 Teknologi Rekayasa Mesin Industri Perkebunan, Teknik Informatika
19. Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari – D4 Teknologi Kimia, Teknologi Rekayasa Kimia Industri
20. Politeknik Pembangunan Pertanian Medan – D4 Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan
21. Politeknik Teknologi Kimia Industri – D3 Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, Teknik Kimia, Teknik Mekanika, Agribisnis Kelapa Sawit
22. Politeknik YKPN – D3 Akuntansi, D4 Akuntansi Perpajakan
23. Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro – D4 Teknologi Rekayasa Kimia Industri
24. Universitas Borobudur – S1 Agribisnis, S1 Agroteknologi
25. Universitas Hasanuddin – S1 Agribisnis
26. Universitas Islam Sumatera Utara – S1 Agroteknologi, S1 Agribisnis
27. Universitas Jambi – S1 Agroteknologi, D3 Analisis Kimia
28. Universitas Koperasi Indonesia – S1 Agribisnis
29. Universitas Lambung Mangkurat – S1 Agroekoteknologi
30. Universitas Lancang Kuning – S1 Agribisnis, S1 Agroteknologi, Teknologi Hasil Pertanian
31. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat – S1 Agroteknologi
32. Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat – S1 Agroteknologi
33. Universitas Nusa Bangsa – S1 Agroteknologi
34. Universitas Pasir Pengaraian – S1 Agribisnis, S1 Agroteknologi
35. Universitas Prima Indonesia – S1 Agribisnis, S1 Agroteknologi
36. Universitas Sulawesi Tenggara – S1 Agribisnis
37. Universitas Sumatera Selatan – S1 Agribisnis
38. Universitas Tamansiswa Padang – S1 Agroteknologi
39. Universitas Teuku Umar – S1 Agroteknologi, Teknologi Hasil Pertanian
40. Universitas Tjut Nyak Dhien – S1 Agroteknologi
41. Universitas Tunas Pembangunan – S1 Agroteknologi
42. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda – D3 Teknologi Hasil Perkebunan, Budidaya Tanaman Perkebunan

