FAO dan USDA Akui Produksi Beras Indonesia, Mentan Amran: Bukan Klaim Sepihak Pemerintah

0 Shares

SURABAYA, HOLOPIS.COM – Mentan Amran menyebut FAO dan USDA mengakui produksi beras RI 34,6 juta ton, menepis anggapan data hanya klaim pemerintah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan lonjakan produksi beras nasional bukan sekadar klaim pemerintah semata.

Data produksi pangan Indonesia disebut telah diakui lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization dan United States Department of Agriculture.

Hal itu disampaikan Amran saat meninjau Gudang Sewa BULOG di Komplek Pergudangan Bumi Maspion, Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Amran menyebut produksi beras Indonesia saat ini mencapai 34,6 juta ton berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Angka tersebut, kata dia, identik dengan data yang dirilis FAO dan USDA.

- Advertisement -

“Data ini adalah data dari BPS produksi kita yaitu 34,6 juta ton. Ini juga diaminkan oleh FAO dan United States Department of Agriculture,” ujar Amran.

Menurutnya, kesamaan data dari lembaga nasional dan internasional menjadi bukti produksi pangan Indonesia memang mengalami peningkatan signifikan.

“Jadi tiga data dunia maupun nasional mengatakan produksi kita 34,6 juta ton. Bukan kata Kementerian Pertanian, bukan kata Menteri Pertanian,” tegasnya.

Amran mengatakan pemerintah kini menggunakan pendekatan berbasis data dalam mengukur kondisi pangan nasional, mulai dari produksi, stok beras hingga kesejahteraan petani.

Tak hanya produksi, Amran juga mengungkapkan stok beras nasional saat ini disebut mencapai 5,3 juta ton.

Ia mengklaim angka itu menjadi stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

“Stok kita sekarang 5,3 juta ton, ini tertinggi selama Indonesia merdeka,” katanya.

Di tengah ancaman krisis pangan global dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah negara, Amran menilai kondisi pangan Indonesia masih sangat kuat.

Ia juga menyinggung kontribusi sektor pertanian terhadap ekonomi nasional yang disebut terus meningkat.

Berdasarkan data pemerintah, Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian kini tumbuh hingga 5,7 persen.

“PDB sektor pertanian sekarang naik 5,7 persen, tertinggi selama 25 tahun,” ungkap Amran.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa sektor pertanian Indonesia tetap tangguh di tengah tekanan global.

Kementerian Pertanian optimistis tren positif produksi pangan nasional dapat terus terjaga seiring meningkatnya serapan gabah petani dan penguatan cadangan beras pemerintah melalui BULOG.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU