BerandaNewsInternasionalPBB Khawatir Konflik Ukraina Makin Tak Terkendali, Guterres: Spiral Kematian Harus Dihentikan

PBB Khawatir Konflik Ukraina Makin Tak Terkendali, Guterres: Spiral Kematian Harus Dihentikan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyerukan deeskalasi segera dan berkelanjutan dalam konflik antara Rusia dan Ukraina yang hingga kini masih terus berlangsung.

Pernyataan itu disampaikan Guterres dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Kamis (28/5), menyusul gelombang serangan besar-besaran Rusia ke sejumlah wilayah Ukraina selama akhir pekan.

Menurut Guterres, arah konflik saat ini semakin mengkhawatirkan dan berisiko keluar dari kendali jika tidak segera dihentikan. Ia memperingatkan adanya potensi kesalahan perhitungan yang bisa memicu eskalasi lebih luas dengan dampak yang sulit diprediksi.

“Mari kita bicara terus terang. Jalur yang ditempuh saat ini tidak berkelanjutan. Arah ini harus diubah. Spiral kematian ini harus dihentikan,” kata Guterres, dikutip Holopis.com, Jum’at (29/5).

Sejak perang pecah pada Februari 2022, lebih dari 15 ribu warga sipil dilaporkan tewas di Ukraina, termasuk ratusan anak-anak.

Guterres juga menyoroti meningkatnya korban sipil di wilayah Rusia akibat serangan balasan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Selain jatuhnya korban jiwa, ia mengatakan konflik juga menyebabkan kerusakan besar terhadap infrastruktur sipil, terutama fasilitas energi.

Menurutnya, penggunaan drone dalam jumlah besar di garis depan pertempuran membuat situasi kemanusiaan semakin memburuk.

“Apa yang dibutuhkan saat ini adalah deeskalasi, segera dan berkelanjutan. Apa yang dibutuhkan saat ini adalah gencatan senjata penuh dan tanpa syarat,” ujar Guterres.

Ia juga menekankan pentingnya jalur diplomasi untuk menciptakan perdamaian jangka panjang sesuai Piagam PBB dan hukum internasional.

“Waktu untuk perdamaian adalah sekarang,” tegasnya.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya menyatakan serangan rudal dan drone yang dilancarkan ke Ukraina dilakukan sebagai balasan atas serangan terhadap target sipil di wilayah Rusia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

BACA LAINNYA