Situasi Makin Gawat! Uganda Tutup Perbatasan dengan Kongo Gegara Ebola

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Uganda memutuskan untuk segera menutup perbatasan dengan Republik Demokratik Kongo (DRC) akibat situasi epidemiologis yang dipicu wabah Ebola.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Kementerian Kesehatan Uganda dalam pernyataan resmi pada Rabu. Langkah darurat itu diambil untuk mencegah penyebaran virus Ebola yang kembali mengancam kawasan Afrika Tengah.

“Uganda untuk sementara menutup perbatasan dengan DRC, segera. Satu-satunya pengecualian adalah untuk tim respons Ebola yang berwenang, operasi kemanusiaan, transportasi makanan dan kargo, dan keamanan di bawah protokol pemeriksaan dan pemantauan kesehatan yang ketat,” kata kementerian dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com dari Sputnik, Jumat (29/5/2026).

Meski perbatasan ditutup, Uganda masih memberikan akses terbatas bagi tim medis, bantuan kemanusiaan, distribusi logistik pangan, hingga pengamanan lintas negara dengan pengawasan kesehatan yang diperketat.

Pemerintah Uganda juga menerapkan aturan isolasi mandiri bagi warga yang kembali dari Republik Demokratik Kongo.

Dalam keterangannya, setiap orang yang masuk dari DRC wajib menjalani isolasi mandiri selama 21 hari di bawah pemantauan petugas kesehatan.

- Advertisement -

Langkah tersebut dilakukan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di DRC dan Uganda sebagai keadaan darurat yang berpotensi mengancam negara lain.

Data terbaru menunjukkan sebanyak 221 orang dilaporkan meninggal dunia di Republik Demokratik Kongo dengan dugaan terinfeksi Ebola.

Situasi ini membuat otoritas kesehatan di kawasan Afrika meningkatkan kewaspadaan guna mencegah penyebaran lintas negara yang lebih luas.

Sebelumnya, wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sempat dinyatakan berakhir pada Oktober 2025. Namun kini, kemunculan kembali kasus Ebola memicu kekhawatiran baru terhadap sistem kesehatan di kawasan tersebut.

Ebola dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan dengan tingkat penularan tinggi. Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita yang terinfeksi.

WHO dan pemerintah setempat kini terus melakukan pengawasan serta penanganan intensif guna menekan penyebaran wabah sebelum meluas ke wilayah lain.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU