HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah rumah warga yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat semenjak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, tak hanya banjir, bencana longsor turut melanda sejumlah wilayah.
Wilayah yang terdampak meliputi 14 desa yang berada di 8 kecamatan yakni Desa Ciwaru di Kecamatan Ciemas, Desa Mekarsari di Kecamatan Cicurug, Desa Palabuhanratu di Kecamatan Palabuhanratu, Desa Sangrawayang di Kecamatan Simpenan, Desa Pondokkaso di Kecamatan Cibitung, Desa Ciracap di Kecamatan Ciracap, Desa Surade, Desa Jaga Mukti, Desa Pasiripis, Desa Gunung Sungging, Desa Sukatani, Desa Cipeundeuy, dan Desa Citanglar di Kecamatan Surade.
Sebanyak 60 unit rumah dilaporkan terdampak dan tersebar di beberapa wilayah yang meliputi; Desa Mekarsari sebanyak 3 unit, Desa Palabuhanratu 50 unit, Desa Pondok Kaso 3 unit, Desa Gunung Sungging 3 unit, dan Desa Sukatani 1 unit.
“Selain berdampak pada rumah warga, banjir berdampak pada 2 unit sekolah, 1 unit fasilitas kesehatan, dan 11 akses jalan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (27/5).
Kendati demikian, Abdul memastikan bahwa kondisi banjir pada saat ini dilaporkan berangsur surut.
Sementara itu longsor berdampak pada 8 unit rumah warga. Satu rumah terancam karena berada paling dekat dengan titik longsoran.
Selain rumah, longsor juga merusak tembok penahan tanah. Peristiwa ini terjadi karena dipicu oleh hujan intensitas tinggi dan diperparah dengan kondisi tanah yang labil.
Petugas gabungan pun masih melakukan penanganan pasca longsor tersebut. Penanganan saat ini diutamakan pada perbaikan tembok penahan tanah.
“Kebutuhan mendesak berupa material bangunan, terpal, bronjong, karung, dan alat kebersihan,” ucapnya.
Abdul menambahkan bahwa bencana hidrometeorologi basah masih mendominsai kejadian bencana di Indonesia hingga pekan terakhir Mei 2026. Selama sepekan kedepan, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.
“Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Pulau Sumatra, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua,” terangnya.
Di sisi lain, memasuki bulan Juni, sebagian wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Abdul kemudian mengimbau pemerintah daerah dan juga masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap ancaman bahaya bencana karena faktor hidrometeorologi basah maupun kering.
“Selain itu, ancaman bahaya geologi juga berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,” imbaunya.


