JAKARTA – Erina Gudono membagikan kisah haru di balik keberhasilannya menyelesaikan pendidikan magister di University of Pennsylvania dengan predikat summa cumlaude dan IPK sempurna 4.00.
Dalam unggahan media sosialnya, Erina mengaku perjalanan akademiknya bukan sekadar tentang mengejar gelar pendidikan, melainkan juga perjalanan emosional sebagai seorang ibu.
“Alhamdulillah saya berhasil menyelesaikan gelar master pertama saya di University of Pennsylvania sekaligus menyelesaikan program magang saya di UNESCO,” tulis Erina.
Namun bagi Erina, kebahagiaan terbesar selama menjalani studi di Amerika Serikat justru lahir ketika dirinya menjadi ibu dari putrinya, Bebingah.

“Namun kebahagiaan terbesar dari perjalanan itu adalah menjadi ibu dari Bebingah.. mengandungnya, menyambut kehadirannya di dunia, dan membesarkannya di tengah masa studi saya,” lanjutnya.
Erina menceritakan banyak malam yang ia lalui dengan mengerjakan jurnal dan tugas kuliah sambil menyusui sang buah hati. Menurutnya, Bebingah tumbuh bersamaan dengan perjuangannya meraih mimpi akademik.
“Ada begitu banyak malam ketika Bebingah menemani saya saat menyusu sambil saya mengerjakan jurnal, tugas, dan berbagai tenggat waktu. Ia tumbuh bersama mimpi-mimpi saya, menjadi bagian dari perjalanan akademik saya juga,” ungkapnya.
Ia juga mengaku lingkungan kampus ikut menjadi bagian dari perjalanan putrinya. Para dosen dan teman-temannya di kampus disebut sangat menyayangi Bebingah.
“Para profesor dan teman-teman saya perlahan juga menjadi teman-temannya. Mereka sangat menyayanginya,” tulis Erina.
Dalam unggahan tersebut, Erina turut menyampaikan rasa terima kasih kepada suaminya, Kaesang Pangarep, yang disebut selalu mendukungnya sejak awal.

“Suami saya adalah pendukung terbesar saya sejak hari pertama dan saya rasanya tidak akan pernah cukup berterima kasih kepadanya,” katanya.
Ia juga menyebut dukungan keluarga dan sahabat menjadi faktor penting yang membuatnya mampu bertahan melewati masa-masa melelahkan selama menjalani perkuliahan sekaligus mengurus anak.
“Semua ini tidak mungkin bisa saya lalui tanpa cinta dan dukungan tanpa henti dari suami, keluarga, dan teman-teman yang menopang saya melalui setiap momen yang melelahkan sekaligus indah,” ujarnya.
Bagi Erina, capaian akademik yang diraihnya memiliki makna jauh lebih dalam dibanding sekadar nilai atau gelar pendidikan.
“Sebuah gelar mungkin adalah pencapaian akademik, tetapi bagi saya, ini adalah kisah tentang menjadi ibu, ketangguhan, dan cinta yang tumbuh bersama dalam waktu yang bersamaan,” pungkasnya.


