HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah pasukan Israel mencegat armada kemanusiaan internasional yang tengah menuju Jalur Gaza. Dalam operasi itu, sekitar 100 aktivis dari berbagai negara dilaporkan ditahan termasuk saudari dari Presiden Irlandia, Margaret Connolly.
Armada bantuan yang tergabung dalam misi Global Sumud itu disebut berlayar untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza dan membawa pesan solidaritas internasional bagi warga Palestina.
Laporan dari Anadolu yang bersumber dari media Irlandia, Margaret Connolly termasuk di antara sedikitnya enam warga negara Irlandia yang ditahan pasukan Israel. Manuver militer Israel itu dilakukan saat operasi pencegatan berlangsung di perairan internasional.
Penyelenggara Global Sumud menyebut sekitar 10 kapal dari total 60 kapal konvoi dicegat dan dinaiki pasukan Israel pada Senin pagi. Pencegatan disebut terjadi sekitar 70 mil laut dari Siprus.
Sebelum penangkapan terjadi, armada tersebut sempat merilis rekaman video para aktivis, termasuk Connolly, yang tampaknya dibuat sebagai antisipasi jika operasi penahanan benar-benar terjadi.
“Jika Anda menonton video ini, itu berarti saya telah diculik dari kapal saya di armada oleh pasukan pendudukan Israel. Dan, saya sekarang ditahan secara ilegal di penjara Israel,” kata Connolly dalam video tersebut dikutip dari Anadolu, Selasa, (19/5/2026).
Dalam rekaman itu, Connolly juga menyampaikan kebanggaannya bisa ikut dalam misi kemanusiaan terbesar yang pernah dilakukan armada Global Sumud.
“Saya sangat bangga dapat berpartisipasi dalam armada ini – ini adalah yang terbesar hingga saat ini,” jelas Connolly.
Penyelenggara menyatakan armada tersebut terdiri dari lebih dari 50 kapal yang berangkat dari Marmaris, wilayah Mediterania Turki, pada Kamis lalu. Misi itu bertujuan menembus blokade yang diberlakukan Israel terhadap Gaza sejak 2007.
Total terdapat 426 peserta dari 40 negara yang ikut dalam pelayaran tersebut. Para peserta berasal dari berbagai negara, termasuk Turki, Amerika Serikat (AS), Inggris, Irlandia, Prancis, Indonesia, Pakistan, Kanada, Australia, Afrika Selatan, hingga Selandia Baru.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan terkait pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. Sebelumnya, pada 29 April lalu, armada bantuan Global Sumud juga dilaporkan mendapat serangan di lepas pantai Kreta, Yunani.

