Dolar AS Tembus Rp17.700, Rupiah Kian Tertekan di Pasar Global

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMDolar AS tembus Rp 17.700 dan terus menguat di pasar global, membuat rupiah kian tertekan pada perdagangan pagi ini.

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kembali terasa di awal perdagangan pekan ini.

Dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatannya dan sempat menyentuh kisaran Rp 17.700-an di pasar spot, membuat pelaku pasar kembali waspada terhadap arah pergerakan mata uang domestik.

Pada perdagangan Selasa (19/5) pagi, dolar AS tercatat bergerak di level sekitar Rp 17.705 berdasarkan data pasar.

Dollar Naik 17724

Posisi ini naik dibandingkan penutupan sehari sebelumnya yang berada di sekitar Rp 17.680, menandakan tren penguatan dolar masih belum mereda.

- Advertisement -

Penguatan mata uang Negeri Paman Sam ini juga terlihat terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

Dolar AS tercatat masih dominan terhadap yen Jepang (JPY) dan dolar Kanada (CAD), meskipun pergerakannya cenderung terbatas di beberapa pasangan mata uang.

Di sisi lain, dolar AS justru mengalami sedikit pelemahan terhadap euro (EUR), poundsterling Inggris (GBP), serta dolar Australia (AUD).

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan pasar valuta asing global masih berlangsung dinamis dan belum sepenuhnya solid dalam satu arah.

Penguatan dolar AS yang menekan rupiah ini tidak lepas dari sentimen global, termasuk ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga di Amerika Serikat serta meningkatnya preferensi investor terhadap aset yang dianggap lebih aman.

Dalam situasi seperti ini, dolar AS sering menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Di dalam negeri, pelemahan rupiah mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha, terutama sektor yang bergantung pada impor bahan baku.

Kenaikan nilai tukar dolar AS berpotensi mendorong biaya produksi lebih tinggi dan memberi tekanan tambahan pada harga barang di pasar.

Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan dari otoritas moneter serta rilis data ekonomi global berikutnya yang diperkirakan dapat mempengaruhi arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Intervensi dan stabilitas kebijakan akan menjadi faktor penting untuk menjaga volatilitas tetap terkendali.

Dengan posisi dolar AS yang masih kuat di pasar global, rupiah diperkirakan akan terus menghadapi tekanan dalam waktu dekat, kecuali ada sentimen positif yang mampu mengubah arah arus modal internasional.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU