HOLOPIS.COM, BALI – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau proses produksi jenama fesyen eksperimental Future Loundry di Bali pada Sabtu (9/5).
Kunjungan ini bertujuan untuk menyoroti keberhasilan Future Loundry dalam mentransformasi pakaian bekas melalui teknik dekonstruksi yang artistik.
Proses tersebut menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi yang secara konsisten mengusung konsep upcycled fashion sebagai pilar utamanya.
Future Loundry dikenal luas karena keberaniannya memadukan berbagai elemen subkultur yang kontras menjadi satu kesatuan desain yang unik.
Jenama ini menggabungkan estetika tribal, sporty, hingga referensi visual dari anime ke dalam setiap helai pakaiannya.
Tidak hanya itu, pengaruh kuat dari kultur musik metal dan streetwear juga menjadi ciri khas yang melekat pada karya-karya mereka.
Karya-karya yang dikomandoi oleh seniman Ican Harem ini tidak sekadar menjadi pakaian, namun menjadi identitas visual baru dengan nuansa post-apocalyptic.
Dalam tinjauannya, Wamen Ekraf Irene Umar menegaskan bahwa inovasi Future Loundry adalah bukti nyata kreativitas lokal yang mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.
Pemerintah juga melihat potensi besar dalam manajemen Kekayaan Intelektual (IP) yang kuat, mengingat daya tariknya bagi pasar generasi muda global.
“Future Loundry merupakan contoh nyata bagaimana kreativitas yang berakar pada budaya lokal dan subkultur anak muda dapat bertransformasi menjadi ekosistem ekonomi yang tangguh,” ujar Irene Umar.
Ia menambahkan bahwa perpaduan unik antara identitas bangsa dan inovasi modern yang berkelanjutan adalah kunci utama agar industri kreatif nasional mampu bersaing di dunia.
Kementerian kini memprioritaskan pendampingan bagi komunitas kreatif untuk memastikan Indonesia menjadi pemain utama dalam tren fesyen berkelanjutan dunia yang kompetitif.


