Inflasi Terkendali di 3,48%, BI Jaga Target 2,5% di Tengah Tekanan Global

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi global yang makin kompleks akibat konflik geopolitik dan lonjakan harga komoditas, Bank Indonesia (BI) memastikan inflasi domestik tetap berada dalam jalur yang terkendali.

Data terbaru menunjukkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,48% secara tahunan (year on year/yoy), turun signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,76% (yoy).

- Advertisement -

“Inflasi IHK pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,48% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 4,76% (yoy),” tulis BI dalam keterangan tertulis, dikutip Holopis.com, Rabu (22/4/2026).

Penurunan ini mencerminkan efektivitas bauran kebijakan moneter dan sinergi pengendalian harga antara pemerintah dan otoritas terkait.

- Advertisement -

Tidak hanya inflasi umum, inflasi inti juga menunjukkan tren positif dengan turun menjadi 2,52% (yoy). Hal ini menandakan ekspektasi inflasi masyarakat tetap terjaga dan sejalan dengan sasaran yang ditetapkan.

Sementara itu, inflasi pada kelompok volatile food tercatat sebesar 4,24% (yoy), tetap terkendali di tengah meningkatnya permintaan saat periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H. Kondisi ini didukung oleh kecukupan pasokan pangan di berbagai daerah.

Dari sisi administered prices, tekanan harga juga mulai mereda. Inflasi kelompok ini turun menjadi 6,08% (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 12,66% (yoy), seiring minimnya kebijakan penyesuaian harga oleh pemerintah serta berakhirnya efek temporer diskon tarif listrik pada awal 2025.

Ke depan, Bank Indonesia tetap optimistis inflasi dapat dijaga dalam kisaran target yang telah ditetapkan, yakni 2,5±1% untuk tahun 2026 dan 2027 mendatang.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% ditopang oleh konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia,” tegas BI.

Meski demikian, tantangan global masih membayangi. Kenaikan inflasi global yang diperkirakan mencapai 4,2% serta gangguan rantai pasok akibat perang di Timur Tengah berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap harga domestik.

Dalam menghadapi situasi ini, BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, termasuk melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID), guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru