HOLOPIS.COM, JAKARTA – Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi dikabarkan telah melakukan pemukulan terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Hal tersebut viral di media sosial dan mendapatkan reaksi beragam dari berbagai pihak. Pemukulan itu sendiri disebut karena ulah Setkab Teddy yang dianggap menghalangi pertemuan Letjen Djon dengan Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi viralnya postingan tersebut, pihak Kopassus menepis kabar tersebut. Dalam unggahan di akun instagram akun Kopassus, yakni @penkopassus membubuhkan cap “HOAX” dalam tangkapan layar postingan yang berisi narasi atas penamparan tersebut.
“Waspada, sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana. Narasi ini mengeklaim adanya keributan antara Pangkopassus dan pihak protokoler,” isi narasi dalam video Kopassus seperti dikutip Holopis.com, Selasa (21/4).
Pihak Kopassus menuding bahwa unggahan tersebut adalah upaya untuk memecah belah dan sengaha membuat kegaduhan. Selain itu, Kopassus menegaskan bahwa informasi tersebut tidak memiliki bukti yang valid.
“Faktanya, ini hanyalah karangan tanpa bukti. Informasi ini sengaja disebarkan untuk menciptakan kegaduhan dan memecah-belah soliditas internal institusi negara,” terangnya.
Diketahui, Letjen TNI Djon Afriandi menjabat sebagai Pangkopassus sejak 10 Agustus 2025. Lulusan Akademi Militer 1995 itu sebelumnya menjabat Danjen Kopassus pada periode 2024-2025.


