Amran Minta Alumni ITS Jadi Motor Inovasi Pertanian Global, Ini Tantangannya

0 Shares

HOLOPIS.COM, Surabaya – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menantang alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember jadi motor inovasi pertanian global untuk hadapi krisis pangan dunia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan tantangan langsung kepada para alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk menjadi motor penggerak inovasi pertanian di level global.

- Advertisement -

Tantangan ini disampaikan saat menghadiri wisuda ITS di Surabaya, yang diikuti ribuan lulusan dari berbagai jenjang. Minggu (19/04).

Dalam sambutannya, Amran menegaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi tiga krisis besar sekaligus, yakni pangan, energi, dan air.

- Advertisement -

Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut lahirnya generasi inovator yang mampu menciptakan solusi nyata berbasis teknologi.

“Kalau tiga sektor ini kita kuasai, Indonesia akan sangat kuat dan tidak mudah diganggu negara lain,” tegas Amran di hadapan para wisudawan.

Ia menilai, perguruan tinggi seperti ITS memiliki peran strategis dalam melahirkan inovasi yang dapat menjawab tantangan global tersebut.

Karena itu, ia meminta para lulusan tidak hanya berorientasi pada dunia kerja, tetapi juga berani menciptakan terobosan baru.

Amran juga menyoroti perkembangan sektor pertanian nasional yang saat ini menunjukkan tren positif.

Stok pangan nasional tercatat mencapai sekitar 4,9 juta ton dan diperkirakan terus meningkat mendekati 5 juta ton.

Menurutnya, capaian ini merupakan hasil sinergi antara kebijakan pemerintah, kerja keras petani, dan dukungan inovasi teknologi.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, terutama terkait perubahan iklim dan ketidakpastian global yang dapat memengaruhi produksi pangan.

Di sisi lain, Amran turut menyinggung percepatan pengembangan energi berbasis pertanian, seperti biofuel dari sawit serta bioetanol dari komoditas tebu, jagung, dan singkong.

Ia bahkan menargetkan penghentian impor solar secara bertahap dengan memaksimalkan energi dalam negeri.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus adalah traktor listrik buatan mahasiswa ITS.

Amran menyebut teknologi tersebut sebagai game changer karena mampu menekan biaya produksi petani sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Ini inovasi luar biasa. Harganya lebih murah, efisien, dan tidak pakai solar. Ini harus kita dorong,” ujarnya.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menyambut baik ajakan tersebut. Ia menegaskan bahwa kampus terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan industri agar riset dan inovasi mahasiswa dapat langsung diterapkan di lapangan.

Menurutnya, kurikulum ITS kini dirancang lebih aplikatif agar lulusan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan tantangan industri modern, termasuk sektor pertanian berbasis teknologi.

Dengan adanya tantangan dari pemerintah ini, ITS diharapkan menjadi salah satu pusat lahirnya inovasi pertanian masa depan yang tidak hanya berdampak nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru