Blak-blakan! Boiyen Akui Ngerasa Jadi “Orang Paling Bodoh” dalam Cinta

0 Shares

HOLOPIS.COM, JakartaBoiyen mengaku pernah berada di titik terendah dalam hubungan asmaranya. Ia bahkan sempat merasa jadi “orang paling bodoh” dalam urusan cinta.

Obrolan di kanal YouTube Taulany TV awalnya berjalan santai seperti biasa.

Canda tawa mengalir, cerita ringan soal kehidupan selebriti juga sempat jadi bahan obrolan.

Tapi siapa sangka, suasana berubah pelan-pelan jadi lebih dalam ketika Boiyen mulai membuka cerita soal perjalanan cintanya yang nggak selalu mulus.

Dalam kesempatan itu, Boiyen berbincang dengan Andre Taulany dan Gading Marten.

Di tengah suasana yang awalnya penuh tawa, ia justru menyelipkan cerita yang cukup personal tentang hubungan, pernikahan, dan pelajaran hidup yang ia dapat dari pengalaman masa lalu.

- Advertisement -

Salah satu topik yang menarik perhatian adalah soal pranikah.

Boiyen mengaku sejak awal dirinya sudah punya pemikiran bahwa dalam sebuah pernikahan perlu ada kejelasan sejak awal, termasuk soal kesepakatan finansial.

Menurutnya, hal ini bukan berarti tidak percaya pada pasangan, melainkan bentuk antisipasi jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan.

Ia menegaskan, dalam hubungan dua orang, perubahan bisa saja terjadi.

Hari ini bisa sama-sama sayang, tapi masa depan tidak ada yang benar-benar bisa dipastikan.

Karena itu, menurutnya penting untuk punya kesepakatan yang jelas agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Dari pembahasan itu, obrolan perlahan bergeser ke pengalaman pribadi.

Boiyen mulai membuka sisi yang jarang terlihat di publik yaitu perjalanan emosionalnya dalam hubungan yang pernah ia jalani.

Dengan jujur ia mengaku pernah berada di titik di mana dirinya terlalu percaya pada seseorang.

Terlalu tulus, terlalu cepat percaya, sampai akhirnya justru membuat dirinya sendiri merasa rugi secara emosional.

Ia bahkan menyebut momen itu sebagai fase di mana ia merasa seperti “orang paling bodoh dalam cinta”.

Pengakuan itu tidak disampaikan dengan nada penuh penyesalan yang berlebihan, tapi lebih seperti refleksi panjang.

Boiyen menggambarkan bagaimana dulu ia sering menerima seseorang apa adanya tanpa banyak pertimbangan, selama orang itu terlihat serius dan bertanggung jawab.

Namun seiring waktu, ia mulai menyadari bahwa cinta tidak bisa hanya mengandalkan perasaan.

Ada hal-hal lain yang harus diperhatikan, seperti komunikasi, kejujuran, dan kesepakatan sejak awal.

Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa terlalu percaya tanpa batas justru bisa membuat seseorang kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

“Kadang kita merasa sudah benar karena tulus, tapi ternyata kita juga perlu menjaga diri,” begitu kira-kira makna yang tersirat dari ceritanya.

Menariknya, dalam obrolan tersebut, Andre Taulany dan Gading Marten ikut merespons dengan cara yang ringan tapi tetap penuh makna.

Keduanya mencoba memberikan sudut pandang bahwa setiap orang punya perjalanan cinta masing-masing, lengkap dengan jatuh bangun yang tidak selalu terlihat dari luar.

Andre dan Gading juga menekankan bahwa pengalaman pahit dalam hubungan bukan sesuatu yang harus disesali terlalu dalam.

Justru dari situ seseorang bisa belajar untuk lebih bijak dalam memilih dan menjalani hubungan ke depannya.

Seiring obrolan berjalan, suasana kembali mencair.

Candaan khas mereka membuat cerita yang awalnya cukup emosional jadi lebih ringan.

Tapi tetap saja, inti dari percakapan itu meninggalkan kesan yang cukup kuat.

Boiyen sendiri terlihat sudah cukup berdamai dengan masa lalunya.

Ia tidak menyalahkan siapapun secara spesifik, melainkan lebih fokus pada apa yang bisa ia pelajari dari pengalaman tersebut.

Menurutnya, setiap orang pasti pernah berada di titik di mana mereka terlalu percaya, terlalu berharap, atau terlalu mengandalkan perasaan.

Dari situ, ia belajar bahwa hubungan bukan hanya soal rasa suka, tapi juga soal kesiapan mental dan kesepakatan dua arah.

Bahkan hal-hal yang terlihat kecil di awal, bisa jadi sangat penting di kemudian hari.

Obrolan ini kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Banyak warganet yang merasa relate dengan pengakuan Boiyen, terutama soal bagaimana seseorang bisa terjebak dalam rasa percaya yang berlebihan.

Tidak sedikit yang menganggap cerita ini sebagai pengingat bahwa dalam hubungan, menjaga diri sendiri juga sama pentingnya dengan mencintai orang lain.

Di balik tawa yang selama ini melekat pada sosok Boiyen, cerita ini menunjukkan sisi lain yang lebih manusiawi.

Ada luka, ada pelajaran, dan ada proses pendewasaan yang tidak selalu terlihat di depan kamera.

Dan pada akhirnya, obrolan santai di Taulany TV itu berubah jadi refleksi sederhana yaitu bahwa cinta, seindah apa pun, tetap butuh batas, kesadaran, dan kebijaksanaan agar tidak berakhir menjadi pelajaran yang terlalu mahal untuk diulang kembali.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU