HOLOPIS.COM, JAKARTA – Siswa-siswi SMP Negeri 03 Lambitu Satu Atap, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini sudah bisa menikmati akses internet langsung di sekolah mereka.
Fasilitas ini hadir berkat bantuan layanan internet dari Satelit Republik Indonesia-1 (Satria-1) yang disalurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Program ini memang difokuskan untuk menjangkau wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal) guna mempercepat pemerataan digital di Indonesia.
Sebelum adanya akses internet di sekolah, para siswa harus berjuang ekstra hanya untuk mendapatkan sinyal. Mereka bahkan harus naik ke atas bukit demi bisa mengikuti kegiatan belajar maupun ujian berbasis online.
Pengajar TIK di sekolah tersebut, Andri Maulana, menceritakan kondisi yang dulu dialami para siswa.
“Kami dari SMPN 3 Lambitu Satu Atap ingin menceritakan bagaimana dulunya akses internet tidak ada di sekolah kami. Kita melakukan ujian dan kegiatan belajar mengajar yang berbasis internet, itu kita lakukan di bukit-bukit untuk mendapatkan akses internet,” ujarnya, .

Kini, kondisi tersebut berubah drastis. Dengan hadirnya internet dari Satelit Satria-1, para siswa sudah bisa mengakses internet langsung dari ruang kelas tanpa harus bersusah payah mencari sinyal.
Hal ini tentu membuat proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan nyaman. Siswa bisa lebih fokus saat mengikuti pelajaran maupun ujian berbasis digital.
Para siswa pun mengungkapkan rasa syukur mereka atas bantuan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan penyediaan fasilitas akses internet yang telah diberikan kepada sekolah kami. Terima kasih Komdigi,” ujar para pelajar secara kompak.
Dorong Pemerataan Digital di Indonesia
Program Satria-1 menjadi langkah nyata pemerintah dalam menghadirkan akses digital yang merata, khususnya di daerah terpencil.
Kehadiran internet di sekolah-sekolah 3T diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka peluang lebih luas bagi generasi muda.
Kini, siswa SMPN 03 Lambitu tak lagi harus mendaki bukit demi sinyal. Mereka cukup duduk di kelas untuk terhubung dengan dunia.

