Gagal Damai! Iran Ogah Lanjut Negosiasi dan Siap Kunci Selat Hormuz, AS Meradang

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) memasuki babak baru setelah perundingan panjang yang diharapkan meredakan konflik justru berakhir tanpa hasil.

Pertemuan maraton selama 21 jam di Islamabad gagal mencapai kesepakatan. Alih-alih membuka jalan damai, kedua pihak kini justru mengunci posisi masing-masing dengan mendorong situasi menuju ketidakpastian yang lebih dalam.

- Advertisement -

Dari laporan kantor berita Nour yang mengutip keterangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, bahwa Iran menegaskan belum ada rencana untuk melanjutkan perundingan.

Sinyal ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi sementara terhenti. Iran memilih menunggu langkah konkret dari Washington sebelum kembali ke meja negosiasi.

- Advertisement -

Selat Hormuz Strategis

Dalam situasi ini, Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dunia. Iran menegaskan tidak akan mengubah status quo di jalur vital tersebut hingga ada kesepakatan yang dianggap adil. Pernyataan media pemerintah bahkan menegaskan bahwa Teheran tak buru-buru hingga ada iktikad dari AS.

“Iran tidak terburu-buru, dan sampai AS menyetujui kesepakatan yang wajar, tidak akan ada perubahan dalam situasi Selat Hormuz,” demikian laporan media Iran yang dikutip New York Post pada Senin, (13/4/2026).

Dengan sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi jalur ini, setiap eskalasi berpotensi mengguncang ekonomi global.

Wakil Presiden AS, JD Vance, mengakui bahwa program nuklir Iran menjadi hambatan utama. Ia menyebut kegagalan ini sebagai ‘kabar buruk’ bagi Iran. Dia juga menegaskan bahwa Washington telah mengajukan proposal terakhir.

“Kami datang dengan proposal sederhana… tawaran terbaik kami. Kita akan lihat apakah Iran menerimanya,” ujar Vance.

Namun dari sisi Iran, narasi berbeda muncul. Mantan Wakil Presiden Iran, Ataollah Mohajerani, justru menilai kegagalan ini sebagai kabar yang lebih buruk bagi AS.

Media pemerintah Iran juga menyalahkan ‘ambisi berlebihan’ AS sebagai penghambat utama tercapainya kesepakatan.

Seluruh delegasi AS termasuk Steve Witkoff dan Jared Kushner, langsung meninggalkan Islamabad tanpa tindak lanjut.

Langkah ini mempertegas bahwa tidak ada kemajuan signifikan yang bisa dibawa pulang—dan membuka ruang bagi eskalasi lanjutan.

Kegagalan ini bukan sekadar buntu sementara. Ini adalah sinyal bahwa konflik telah memasuki fase yang lebih kompleks. Sebab, diplomasi kehilangan momentumnya. Pun, Selat Hormuz jadi alat tekanan geopolitik.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru