HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Jepang berencana melepas cadangan minyak tambahan setara 20 hari pada Mei mendatang. Langkah ini disampaikan oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan energi. Rencana tersebut diumumkan dalam pertemuan tingkat menteri yang membahas situasi di Timur Tengah. Pembahasan difokuskan pada ketidakpastian jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, meski sebelumnya telah tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Sebelumnya, pemerintah Jepang telah lebih dulu melepas cadangan minyak setara sekitar 50 hari sejak 16 Maret. Kebijakan ini diambil setelah konflik di Timur Tengah pada akhir Februari mengganggu jalur utama pengiriman minyak global.
Meski terdapat kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran, kondisi di Selat Hormuz dinilai masih belum sepenuhnya stabil. Jalur tersebut belum dipastikan dapat kembali beroperasi normal seperti sebelum konflik. Takaichi menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengambil langkah strategis untuk menjaga ketersediaan energi.
“Kami akan mengambil setiap langkah yang memungkinkan untuk memastikan kestabilan pasokan minyak mentah,” ujarnya, dikutip Holopis.com, Jumat (10/4).
Ia juga menyebut bahwa mulai Mei, Jepang diperkirakan dapat mengamankan lebih dari separuh kebutuhan impor minyak melalui jalur alternatif yang tidak melewati Selat Hormuz.
Sekadar informasi, Jepang masih sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah. Lebih dari 90 persen impor minyak mentah negara tersebut berasal dari kawasan tersebut, yang sebagian besar dikirim melalui Selat Hormuz.

