HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau SD Inpres Kaniti di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (6/4). Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Revitalisasi SD Inpres Kaniti telah dilaksanakan selama 90 hari kerja, terhitung sejak 1 Oktober hingga 29 Desember 2025. Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan 11 ruang kelas lama, 3 ruang kelas baru, 1 ruang administrasi, 1 rumah dinas guru, serta 1 unit toilet.
Saat meninjau ruang-ruang kelas yang telah direnovasi, Wapres Gibran mengapresiasi peningkatan kualitas fasilitas belajar mengajar, sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar semakin semangat dalam menempuh pendidikan.
“Sekarang ruang kelasnya sudah bagus, sudah dibangun dengan baik. Anak-anak, adik-adik harus semangat belajar. Jangan ada tembok-tembok yang dicorat-coret,” ucap Gibran dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Selain sarana fisik, Wapres Gibran juga menaruh perhatian pada ketersediaan dan kesejahteraan tenaga pendidik. Ia menyadari masih adanya berbagai tantangan yang dihadapi, khususnya terkait status dan keberlanjutan tenaga guru.
“[Untuk] Guru-guru, saya tahu sekarang masih banyak kekurangan, tapi ini terus kita coba carikan solusinya, terutama untuk P3K dan honorer,” imbuhnya.
Gibran kemudian menegaskan bahwa pemerintah tengah mengupayakan solusi konkret melalui koordinasi lintas kementerian bersama pemerintah daerah, agar tidak ada tenaga pendidik yang terdampak secara negatif.
“Makanya kemarin kami mengirimkan perwakilan dari Kemendagri dan Kemenkeu untuk berdiskusi panjang dengan Pak Gubernur. Intinya adalah jangan sampai ada yang dirumahkan,” jelasnya.
“Karena yang namanya guru, baik itu P3K, semuanya berjuang untuk mencerdaskan adik-adik di sini,” sambungnya.
Sebagai informasi, SD Inpres Kaniti saat ini memiliki 420 siswa yang terbagi dalam 16 rombongan belajar, dengan dukungan 25 guru dan 2 tenaga kependidikan. Sebelumnya, Wapres telah mengunjungi sekolah ini pada Mei 2025 dan menyerahkan sejumlah bantuan pendidikan berupa perlengkapan sekolah.

