SETARA Institute Kecam Teror Air Keras ke Aktivis KontraS : Simbolik Bingkam Kritik

1 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dunia aktivisme Indonesia kembali berduka sekaligus meradang. Serangan keji berupa penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, memicu gelombang kecaman keras. SETARA Institute menilai tindakan ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan upaya sistematis menciptakan politik ketakutan.

Peneliti HAM dan Sektor Keamanan SETARA Institute, Ikhsan Yosarie, menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan bentuk intimidasi terhadap mereka yang selama ini konsisten menjadi pengawal demokrasi. Menurutnya, insiden ini bukan hanya serangan fisik terhadap individu, tetapi serangan langsung terhadap fungsi check and balances di Indonesia.

Ikhsan menyebutkan bahwa jika negara gagal memberikan respons hukum yang transparan, maka hal ini akan menciptakan efek ngeri (chilling effect) yang luas di tengah masyarakat.

“Peristiwa ini menjadi preseden buruk yang merusak ruang kebebasan sipil, mengingat serangan ini dapat dibaca sebagai pesan simbolik yang ditujukan kepada publik secara luas, bahwa menyuarakan kritik dapat membawa risiko serius,” tegas Ikhsan dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).

SETARA Institute memandang tragedi ini sebagai alarm keras bagi pemerintah untuk segera memperkuat mekanisme perlindungan terhadap pembela Hak Asasi Manusia (HAM). Para aktivis yang bekerja membela hak-hak konstitusional warga negara seringkali harus berhadapan dengan risiko nyawa saat kekuasaan mulai menyimpang.

Oleh sebab itu, Ikhsan Yosarie pun memberikan apresiasi tinggi terhadap peran aktivis yang mereka sebut sebagai patriot sejati.

- Advertisement -

“Kerja-kerja pembela HAM di Indonesia merupakan kerja-kerja patriotik sejati melalui keberpihakan dan konsistensinya berdiri di pihak rakyat ketika kekuasaan tidak berpihak pada kepentingan publik, serta ketika kekuasaan menyimpang dari prinsip keadilan, demokrasi, dan HAM,” lanjutnya.

Tak hanya mengecam, SETARA Institute juga menuntut tindakan nyata dari aparat penegak hukum. Mereka mendesak Polri untuk bekerja cepat dan independen guna membongkar siapa saja orang-orang di balik layar yang merancang serangan tersebut.

Ikhsan menekankan bahwa ketidakmampuan negara dalam melindungi warganya merupakan bentuk pembiaran terhadap kehancuran demokrasi. Oleh karena itu, akuntabilitas Polri dalam kasus ini dipertaruhkan.

“SETARA Institute mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polri, untuk segera melakukan penyelidikan yang cepat, independen, dan transparan terhadap kasus ini, serta mengungkap seluruh pelaku dan aktor intelektual yang berada di balik serangan tersebut.”

Di akhir keterangannya, SETARA Institute mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari akademisi hingga media—untuk bersatu mengawal kasus ini. Solidaritas diperlukan agar ruang publik Indonesia tetap aman dari praktik kekerasan dan intimidasi yang mencoba membungkam suara-suara kritis.

“SETARA Institute menyerukan solidaritas luas dari masyarakat sipil, akademisi, media, dan publik untuk mengawal penegakan hukum atas kasus ini, serta memastikan bahwa ruang kebebasan sipil di Indonesia tidak dirusak oleh praktik kekerasan dan intimidasi,” pungkasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU