HOLOPIS.COM, BLITAR- Senyum haru terpancar dari wajah Paimin (62) saat menerima bantuan becak listrik di depan pendopo Kabupaten Blitar, Sabtu (7/3/2026). Setelah sekitar 25 tahun mengayuh becak pancal, kini ia bisa bekerja dengan tenaga yang jauh lebih ringan.
Selama puluhan tahun, Paimin mengandalkan kekuatan kaki untuk menarik becaknya menyusuri jalan dan pasar demi mencari penumpang. Namun di usia yang tidak lagi muda, pekerjaan tersebut semakin terasa berat.
“Enggih sikil (kaki), awak, napas. Enggih kesel payah,” ujar Paimin menggambarkan rasa lelah pada kaki dan tubuhnya saat masih mengayuh becak pancal.
Penghasilannya pun tidak menentu. Dalam sehari, ia biasanya hanya membawa pulang sekitar Rp30 ribu. Jumlah itu sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Enggih boten,” katanya singkat.
Kini, setelah mendapatkan becak listrik, Paimin merasakan perbedaan besar dalam pekerjaannya.
“Adoh sekecane pak (jauh bedanya). Enggih penakan iki lah. Alhamdulillah angsal ini saking bapak Prabowo,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Ia bahkan menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok yang sangat ia hormati.
“Angsal becak listrik saking Pak Presiden Prabowo. Bapak kulo,” katanya.
Hal serupa dirasakan Rohani (75), penarik becak lainnya di Blitar. Selama sekitar 15 tahun ia bekerja mengayuh becak pancal untuk mencari nafkah.
Menurutnya, pekerjaan tersebut sangat melelahkan, terutama karena usianya yang semakin lanjut.
“Becak pancal sing dirasake kentole atos. Kesel, boyoke keju,” ujarnya, menggambarkan rasa lelah dan sakit pada punggung setelah bekerja.
Penghasilannya juga tidak besar. Dalam sehari ia hanya mendapatkan sekitar Rp20 ribu karena kondisi pasar yang semakin sepi.
“Penghasilane ra sepiro. Saiki sepi kabeh pasare,” katanya.
Namun sejak menerima becak listrik, Rohani merasa pekerjaannya jauh lebih ringan.
“Yo lumayan enteng iki mas. Ra sah dipancal kan ngeringane bahu,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut.
“Alhamdulillah Pak Prabowo matur sembah nuwun. Hadiahi becak,” katanya.
Rohani berharap bantuan tersebut membawa berkah bagi kehidupannya.
“Dungane selamat, panjang umur. Mugo-mugo iso barokahe anggen kulo nyambut damel ben dino,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, mengingatkan bahwa becak listrik tersebut diberikan untuk membantu meningkatkan taraf ekonomi para penarik becak, bukan untuk dijual.
Ia berharap bantuan itu dimanfaatkan sebaik mungkin agar para penarik becak bisa bekerja lebih ringan sekaligus meningkatkan penghasilan.
Bagi para penarik becak lansia di Blitar, becak listrik bukan sekadar kendaraan baru. Bantuan ini menjadi harapan agar mereka tetap bisa mencari nafkah dengan lebih ringan di usia senja.


