Serunya Festival Perang Air Meranti 2026 yang Mendunia

0 Shares

HOLOPIS.COM, RIAU Jika biasanya orang-orang menghindari siraman air di jalanan, di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, ribuan orang justru “menyerahkan diri” untuk basah kuyup. Itulah suasana magis bin seru yang tersaji dalam Festival Perang Air (Cian Cui) 2026 yang baru saja resmi ditutup (27/2/2026).

Bukan sekadar main air biasa, festival yang menjadi bagian dari perayaan Imlek ini telah bertransformasi dari tradisi keluarga menjadi magnet wisata nasional yang masuk dalam kalender bergengsi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Sepanjang sepekan terakhir, jantung Kota Selatpanjang, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, berubah menjadi medan “tempur” yang penuh tawa. Ribuan warga dan wisatawan tumpah ruah. Ada yang berkeliling kota menggunakan becak motor khas Meranti yang disulap menjadi kendaraan tempur dan ada pula yang bersiaga di pinggir jalan dengan ember serta pistol air.

Tanpa memandang suku, agama, maupun status sosial, semua orang saling menyiram air dan melempar balon air. “Tawa dan canda menjadi energi yang menyatukan. Di sini, tidak ada sekat, yang ada hanya kegembiraan,” ungkap Vinsensius Jemadu, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenpar.

Uniknya, Festival Perang Air ini berakar dari kebiasaan sederhana. Dahulu, warga Selatpanjang yang pulang merantau saat Imlek sering berkeliling mengunjungi sanak saudara menggunakan becak. Anak-anak yang ikut di atas becak kerap iseng saling melempar air saat berpapasan dengan rombongan lain.

Siapa sangka, keisengan masa kecil itu kini menjadi simbol akulturasi budaya Tionghoa dan Melayu yang sangat kuat di tanah Meranti. Festival ini membuktikan bahwa tradisi lokal mampu “naik kelas” menjadi panggung nasional setelah melalui kurasi ketat dari 500 event di seluruh Indonesia.

- Advertisement -

Keseruan ini ternyata membawa dampak ekonomi yang sangat nyata bagi masyarakat lokal. Berdasarkan data penyelenggara, tercatat sebanyak 20.475 orang masuk ke Meranti selama periode festival, sebuah lonjakan mobilitas yang meningkat 1,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dampak domino ini membuat penginapan dan hotel di Selatpanjang terisi penuh oleh pelancong, serta memicu geliat luar biasa pada sektor UMKM. Sektor kuliner dan produk unggulan daerah, terutama berbagai varian olahan sagu, dilaporkan laris manis diburu wisatawan sebagai buah tangan khas Meranti.

Keberhasilan Festival Perang Air 2026 menegaskan posisi strategis Kepulauan Meranti di tepian Selat Malaka. Bukan hanya daerah perbatasan yang aman dan tertib, tapi juga wilayah yang kaya akan inklusivitas.

“Tantangannya adalah menjaga standar kualitas ini agar dampak ekonomi dan budayanya dirasakan berkelanjutan oleh masyarakat,” tambah Vinsensius.

Bagi Anda yang melewatkan keseruan tahun ini, bersiaplah untuk tahun depan. Pastikan bawa baju ganti, siapkan amunisi air Anda, dan bersiaplah untuk merasakan persaudaraan dalam setiap percikan air di Selatpanjang!

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU