ArtScience Museum dan OceanX Hadirkan Replika Eksplorasi Laut Dalam Pertama di Asia Tenggara

0 Shares

HOLOPIS.COM, SINGAPURA Singapura kini menjadi gerbang untuk mengintip rahasia terdalam samudra lewat pameran teranyar bertajuk Into the Ocean: Journey Beneath yang resmi dibuka di ArtScience Museum sejak awal Juni lalu.

Pameran multisensori ini merupakan hasil kolaborasi perdana dengan OceanX, organisasi eksplorasi laut global terkemuka, yang berhasil membawa replika petualangan bawah laut ke daratan Asia Tenggara.

Pengunjung mengawali penjelajahan dengan menaiki replika kapal riset canggih R/V OceanXplorer demi merasakan langsung ketegangan dan atmosfer ekspedisi ilmiah yang sesungguhnya.

Sensasi menyelam dimulai saat pengunjung memasuki area simulasi kapal selam untuk melakukan proses penurunan ke dalam air secara perlahan yang disebut fase Descent.

Perjalanan bawah air ini kemudian terbagi menjadi beberapa zona kedalaman, dimulai dari Photic Zone yang masih diterangi cahaya matahari dan dipenuhi ekosistem terumbu karang.

Di zona terang ini, pengunjung bahkan bisa mengamati sampel terumbu karang kuno asli Singapura berusia delapan ribu tahun hasil riset National University of Singapore.

- Advertisement -

Hal unik lainnya adalah instalasi aroma bertajuk Invisible Ocean karya seniman Sissel Tolaas yang memungkinkan pengunjung mendeteksi keanekaragaman hayati laut Kosta Rika hanya lewat indera penciuman.

Petualangan berlanjut ke Twilight Zone, wilayah remang-remang di mana sains dan seni berpadu menampilkan arus laut dalam pembentuk iklim bumi melalui visualisasi data interaktif.

Pada area transisi cahaya ini, berbagai karya instalasi suara dan cahaya menerjemahkan getaran serta gerakan organisme laut dalam yang misterius menjadi seni yang megah.

Memasuki Aphotic Zone, pengunjung disambut kegelapan abadi yang menampilkan spesimen laut langka serta rekaman video eksklusif makhluk aneh yang hidup di dasar samudra.

Suasana sunyi di dasar laut diperkuat oleh karya seni audio multikanal yang mereproduksi lanskap suara asli di dataran abisal samudra yang sunyi sekaligus magis.

Direktur Program ArtScience Museum, Adrian George, menjelaskan bahwa kolaborasi ini sengaja menyatukan seni dan sains agar publik dapat memahami peran vital laut dalam menopang kehidupan bumi.

Senada dengan hal itu, Pendiri OceanX Mark Dalio menegaskan bahwa pameran ini dirancang sebagai sarana pembelajaran imersif karena manusia cenderung melindungi apa yang bisa mereka alami langsung.

Alur pameran ditutup secara optimistis di area Resurface yang menyajikan program restorasi padang lamun hasil kerja sama dengan organisasi lingkungan dunia WWF Singapura.

Melalui rangkaian pengalaman indrawi yang lengkap ini, pameran tersebut sukses mengubah data ilmiah yang rumit menjadi sebuah pertunjukan emosional yang menyentuh hati setiap pengunjung.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU