BNPB: Debit Banjir di Kendal Mulai Alami Penurunan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Situasi pasca banjir yang melanda pemukiman warga di Kendal, Jawa Tengah hingga saat ini makin kondusif.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, perkembangan terkini menunjukkan tren penurunan debit air di sejumlah wilayah terdampak.

- Advertisement -

“Beberapa titik genangan telah surut, sementara sebagian lainnya masih tergenang dengan ketinggian air yang bervariasi dan berangsur menurun,” kata Abdul Muhari dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (12/2).

Secara rinci, Abdul menjelaskan bahwa di Kecamatan Boja kondisi air telah surut. Di Kecamatan Kaliwungu Selatan, Desa Kedungsuren dan Desa Darupono tercatat masih terdapat genangan setinggi 10–20 cm namun dalam kondisi sudah surut.

- Advertisement -

Di Kecamatan Ngampel, Desa Rejosari terpantau dengan ketinggian air 10–80 cm dan mulai berangsur surut, Desa Ngampel Kulon masih tergenang 10–80 cm, serta Desa Ngampel Wetan 30–100 cm. Desa Sudipayung mencatat genangan 10–20 cm. Sementara itu, di Kecamatan Brangsong, Desa Tunggulsari dengan ketinggian air 30–50 cm dan Desa Kertomulyo 10–50 cm dilaporkan mulai berangsur surut.

Banjir sebelumnya terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa (10/2) yang berdampak pada empat kecamatan dan 11 desa. Data sementara mencatat sekitar 1.430 kepala keluarga terdampak dan kurang lebih 1.300 unit rumah mengalami dampak genangan.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Kendal terus melakukan pemantauan, kaji cepat, serta koordinasi dengan aparat setempat sesuai standar operasional prosedur kebencanaan.

Abdul mengimbau masyarakat di wilayah yang masih tergenang tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air apabila terjadi hujan lanjutan.

Sebagai langkah antisipasi menyeluruh, masyarakat di wilayah rawan bencana hidrometeorologi diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing.

Selain itu memastikan kondisi atap dan struktur rumah dalam keadaan aman, menjauhi aliran sungai saat debit meningkat, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi tanda-tanda kenaikan muka air atau potensi longsor.

“Pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait diharapkan terus memperkuat koordinasi, mempercepat distribusi bantuan, serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi hingga kondisi benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” imbaunya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru