HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir yang melandda sejumlah pemukiman warga di Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur saat ini perlahan mulai surut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, meski hujan masih terus melanda, kondisi banjir relatif mulai surut.
“Kondisi terkini cuaca terpantau hujan ringan dan banjir telah surut,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (23/4).
Abdul kemudian menjelaskan bahwa tingginya curah hujan pada Selasa (21/4) mengakibatkan tinggi muka air Sungai Welang naik dan meluap serta menggenangi area permukiman warga di sekitar aliran sungai.
Banjir berdampak pada tujuh kelurahan di tiga kecamatan, yakni Kelurahan Karangketug di Kecamatan Gadingrejo, Kelurahan Petamanan, Kebonsari, dan Kandang Sapi di Kecamatan Panggungrejo, serta Kelurahan Wirogunan, Puturejo, dan Purworejo di Kecamatan Purworejo.
“Sebanyak 100 KK terdampak dan masih dalam pendataan. Kerugian material tercatat sebanyak 100 unit rumah serta akses jalan terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan status siaga darurat melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/845/013/2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Jawa Timur 2025–2026 selama 155 (seratus lima puluh lima) hari, terhitung mulai tanggal 27 November 2025 sampai dengan 1 Mei 2026.

