HOLOPIS.COM, JAKARTA – Cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat semenjak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan,
hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan kerusakan rumah di enam kecamatan pada Minggu (19/4).
Abdul menjelaskan bahwa dampak angin kencang di Kecamatan Tamansari (Desa Sirnagalih dan Sukamantri), Kecamatan Pamijahan (Desa Cimayang), serta Kecamatan Dramaga (Desa Sukadamai dan Purwasari).
Selain itu, kejadian juga dilaporkan di Kecamatan Ciomas (Desa Padasuka, Sukamakmur, dan Ciomas Rahayu), Kecamatan Ciampea (Desa Cinangka), serta Kecamatan Leuwiliang (Desa Karyasari).
“Sebanyak sembilan unit rumah mengalami rusak ringan, delapan unit rusak sedang, dan satu unit rusak berat,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (22/4).
Tidak hanya itu, hujan dengan intensitas tinggi juga memicu peningkatan debit air Kali Cikantul dan jebolnya tanggul sehingga menyebabkan banjir di Kecamatan Tamansari (Desa Sirnagalih) dan Kecamatan Pamijahan (Desa Purwabakti) pada Senin (20/4).
Kondisi tersebut menyebabkan empat unit rumah rusak berat, lima unit rusak sedang, empat unit rusak ringan, serta 50 unit rumah lainnya terdampak.
Di samping banjir, hujan lebat juga memicu tanah longsor yang menerjang permukiman warga di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, dan Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang pada Senin (20/4).
Lima unit rumah rusak berat, 14 unit rusak sedang, dan 14 unit rusak ringan. Selain itu, lima unit rumah lainnya, satu akses jalan, serta beberapa fasilitas ibadah dan kesehatan turut terdampak.
Abdul memastikan petugas BPBD bersama warga masih melakukan pembersihan material longsor, sementara akses jalan yang tertutup masih dalam penanganan bersama instansi terkait.
Sementara itu, memasuki masa peralihan musim, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem dengan hujan sedang hingga lebat pada periode 22–24 April 2026.
Oleh karena itu, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan memantau kondisi cuaca secara berkala, membersihkan dan memelihara saluran drainase, serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat seperti air minum, makanan ringan, pakaian ganti, obat-obatan pribadi, perlengkapan kebersihan, senter, baterai cadangan, power bank, masker, serta dokumen penting yang disimpan dalam wadah kedap air.
“Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah diharapkan mempersiapkan rencana kedaruratan serta meninjau kesiapan personel dan peralatan agar dapat merespons situasi darurat dengan cepat. Masyarakat juga diimbau tetap waspada dan segera mengikuti arahan aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat bencana,” imbaunya.

