Senin, 23 Feb 2026
BREAKING
Senin, 23 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Awas! IHSG Rawan Koreksi di Awal Pekan Besok

21 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan Senin (2/2/2026). Risiko tersebut muncul setelah indeks mencatatkan penguatan pada akhir pekan lalu di tengah sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pada perdagangan terakhir, IHSG berhasil menguat 1,18 persen ke level 8.329. Pergerakan indeks didominasi oleh volume pembelian, namun analis menilai ruang koreksi tetap perlu diwaspadai.

- Advertisement -

MNC Sekuritas dalam risetnya menyebutkan, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada di akhir wave (a) dari wave [x], sehingga peluang koreksi masih terbuka dalam waktu dekat.

“Kami perkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada di akhir wave (a) dari wave [x], sehingga dapat diwaspadai area koreksi di 7.945–8.189. Adapun area penguatan yang dapat kami perkirakan berada di 8.527–8.812,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, dikutip Holopis.com, Minggu (1/2/2026).

- Advertisement -

Secara teknikal, IHSG diperkirakan memiliki area support di level 7.985 dan 7.762, sementara resistance berada di kisaran 8.341 dan 8.590.

Seiring dengan kondisi tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada awal pekan, dengan strategi buy on weakness maupun speculative buy.

Saham PT Astra International Tbk (ASII) tercatat terkoreksi 1,93 persen ke level Rp6.350 dan disertai tekanan jual. ASII diperkirakan berada pada bagian awal wave B dari wave (4). Rekomendasi buy on weakness berada di rentang Rp6.200–Rp6.325 dengan target harga Rp6.600 dan Rp6.800, serta stoploss di bawah Rp5.975.

PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) menguat signifikan 11,01 persen ke harga Rp3.730 dengan dominasi volume pembelian dan mampu bergerak di atas MA20. DAAZ diperkirakan berada pada bagian awal wave B dari wave (B). Area buy on weakness berada di Rp3.540–Rp3.670, dengan target harga Rp3.900 dan Rp4.340 serta stoploss di bawah Rp3.350.

Sementara itu, saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) terkoreksi 2,24 persen ke level Rp655 dan disertai tekanan jual. Posisi ESSA diperkirakan berada di awal wave (a) dari wave [y]. Rekomendasi buy on weakness berada di rentang Rp610–Rp645, dengan target harga Rp710 dan Rp750 serta stoploss di bawah Rp585.

Adapun PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga tercatat melemah 2,78 persen ke harga Rp700 dan masih berada dalam tekanan jual. MBMA direkomendasikan sebagai speculative buy di kisaran Rp665–Rp700, dengan target harga Rp755 dan Rp780 serta stoploss di bawah Rp645.

Pelaku pasar diimbau tetap mencermati pergerakan IHSG serta sentimen global dan teknikal, mengingat volatilitas masih berpotensi terjadi di awal pekan perdagangan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
21 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru