HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan lonjakan besar pergerakan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT), tercatat 119,5 juta masyarakat Indonesia atau 42,01 persen diprediksi akan melakukan perjalanan di periode libur akhir tahun.
Yogyakarta menjadi tujuan paling diminati secara nasional dengan proyeksi 5,15 juta pergerakan, disusul Kabupaten Bandung, Kabupaten Malang, Kabupaten Bogor, dan Kota Denpasar.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa kelima daerah ini memiliki daya tarik wisata yang sangat kuat.
“Kelima daerah ini merupakan pusat wisata budaya, alam, dan rekreasi keluarga yang diprediksi menjadi magnet utama mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun,” kata Dudy dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com, Selasa (9/12/2025).
Survei menunjukkan bahwa liburan keluarga dan aktivitas wisata menjadi pendorong utama mobilitas pada Nataru kali ini. Libur panjang sekolah serta momen Natal dan Tahun Baru turut memperbesar angka perjalanan.
Pergerakan menuju Jawa masih menjadi dominan. Jawa Tengah diproyeksikan menerima 20,23 juta perjalanan, Jawa Timur 16,83 juta, dan Jawa Barat 16,61 juta.
Sementara itu, wilayah seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung juga mencatat lonjakan minat.
Dari sisi titik keberangkatan, Jakarta Timur menjadi daerah asal perjalanan terbesar, disusul Kabupaten Bekasi dan Kota Makassar. Mobil pribadi tetap menjadi moda favorit masyarakat.
Sebanyak 51,12 juta orang atau 42,78 persen memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk libur akhir tahun. Setelah itu disusul sepeda motor, bus, mobil sewa, travel, moda udara, dan kereta api.
Dominasi perjalanan darat diperkirakan menambah tekanan di sejumlah ruas jalan utama dan simpul transportasi.
Beberapa ruas tol yang berpotensi padat antara lain Jakarta–Cikampek, Jakarta–Bogor–Ciawi, Semarang–Solo, serta Cikampek–Palimanan. Kemenhub menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan di titik-titik tersebut.
Adapun puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 dengan 17,18 juta perjalanan. Sementara puncak arus balik diperkirakan jatuh pada Jumat, 2 Januari 2026 dengan 20,81 juta perjalanan.
“Tanggal puncak ini menjadi dasar pengaturan operasional terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan,” ujar Dudy.

