HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tujuh oeganisasi badan otonom atau banom NU menyampaikan statemen bersama di tengah gonjang ganjing yang terjadi di lingkaran PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), khususnya antara Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf dengan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar.
Dalam pernyataan bersama, mereka menegaskan bahwa komitmen kepada jamiyyah an-nahdliyyah menjadi aspek yang paling utama dari segalanya.
“Kami meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan jam’iyyah, berlandaskan nilai tawasuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal, demi kokohnya rumah besar Nahdlatul Ulama,” tulis pernyataan bersama seperti dikutip Holopis.com, Sabtu (6/12/2025).
Ketujuh badan otonom tersebut antara lain ; 1) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, 2) Pimpinan Pusat Pagar Nusa, 3) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), 4) Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslim Indonesia (DPP SARBUMUSI), 5) Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), 6) Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), dan 7) Idaroh Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN).
Demi menjaga situasi kondusif, mereka mendesak kepada para petinggi dan pengurus di PBNU untuk segera menyelesaikan konflik internal antar mereka, sehingga tidak mengorbankan organisasi dan jamaah.
“Kami memohon kepada PBNU dan seluruh pemangku kepentingan agar secepat-cepatnya melakukan musyawarah yang jernih, tenang, dan terbuka untuk mencari jalan terbaik dan menghasilkan keputusan yang arif demi kemaslahatan jam’iyyah dan jama’ah Nahdlatul Ulama,” tegas mereka.
Lebih lanjut, mereka juga merespons sangat positif soal upaya untuk mengajak tabayyun dan islah yang dilakukan sejumlah pondok pesantren NU. Setidaknya bagaimana antara Syuriyah dan Tanfidziyah di PBNU bisa duduk bersama dan ngobrol untuk mencapai kesepakatan dan kebersatuan.
“Kami mengapresiasi dan mendukung setiap upaya silaturahmi, tabayyun, serta dialog yang dipimpin oleh para masyayikh, kiai sepuh, dan ibu nyai baik yang telah berlangsung maupun yang akan dilakukan sebagai ikhtiar mulia untuk menjaga ukhuwah nahdliyah dan keutuhan jam’iyyah,” tuturnya.
Untuk saat ini, ketujuh Banom NU tersebut berupaya ikut untuk berusaha dalam menjaga marwah organisasi dengan menegakkan adab, mengedepankan akhlak, serta menghindari segala bentuk ucapan maupun tindakan yang dapat menimbulkan kegaduhan, baik di internal jam’iyyah maupun di ruang publik.
Upaya itu pun diharapkan pula diikuti oleh para petinggi di PBNU. Bagaimana mereka mengedepankan persatuan dan kesatuan.
“Kami berharap kepemimpinan PBNU senantiasa menjadi teladan dalam menjaga harmoni kehidupan organisasi serta mengutamakan kemaslahatan umat,” tegas Banom NU.
Lebih lanjut, para pimpinan Banom NU juga menyerukan kepada seluruh kader dan anggota organisasi Badan Otonom NU untuk tidak ikut gaduh dan fokus pada agenda masing-masing.
“Kami menginstruksikan kepada seluruh pimpinan badan otonom di semua tingkatan untuk tetap fokus menjalankan program kerja, memperkuat koordinasi dengan kepengurusan pusat masing-masing, dan terus memperkokoh khidmah kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat,” seru mereka.
Terakhir, mereka pun mengajak kepada seluruh pimpinan pondok pesantren, para mursyid, serta pimpinan NU dan badan otonom di semua tingkatan untuk senantiasa meningkatkan dzikir, doa, istighotsah, dan munajat kepada Allah SWT agar diberikan taufik dan hidayah, dengan kejernihan hati dan penuh hikmah, sehingga segala persoalan dapat segera terselesaikan dengan cara yang bermartabat.
“Semoga Allah SWT membimbing langkah kita dengan kejernihan hati, sehingga setiap ikhtiar kembali pada kemaslahatan dan keutuhan jam’iyyah,” pungkas mereka.
Surat pernyataan bersama ini diinisiasi oleh ketujuh petinggi organisasi Banom NU. Antara lain ;
1. H. Addin Jauharudin (Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor)
2. Muchamad Nabil Haroen (Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa)
3. M. Shofiyulloh Cokro (Ketua Umum Pengurus Besar PMII).
4. Irham Ali Saifuddin (Presiden DPP Konfederasi SARBUMUSI)
5. Muh Agil Nuruz Zaman (Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU)
6. Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, S.H., M.Si., M.Hum (Mudir Ali Idaroh Aliyah JATMAN)
7. Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M. A. (Ketua Umum Pimpinan Pusat ISNU)

