HOLOPIS.COM, JAKARTA – Luciano Spalletti buka suara usai namanya diisukan jadi calon kuat pelatih terbaru Juventus, menyusul dipecatnya Igor Tudor. Eks suksesor Napoli itu kemudian bilang, siapapun yang menunggangi Si Nyonya Tua, adalah orang yang paling beruntung.
Seperti yang telah diketahui bersama, Juventus secara resmi memecat Igor Tudor dari kursi pelatih utama akibat buruknya performa tim. Sejatinya Si Nyonya Tua tampil oke di awal musim dengan tiga kemenangan beruntun, dimana salah satunya menang kontra Inter Milan, tapi setelahnya Juventus malah ‘bobrok’!
Juventus tak pernah menang lagi dalam delapan pertandingan terakhirnya secara beruntun di semua kompetisi, dengan tiga diantaranya kekalahan berturut-turut, sisanya imbang semua.
Puncak dari kekesalahan manajemen Juventus pun terjadi saat Si Nyonya Tua tumbang atas Lazio dengan skor 1-0 pekan lalu, dimana tak lama setelah itu mencuat lah kabar pemecatan Igor Tudor.
Juventus kini nenunjuk pelatih interim yakni Massimo Brambilla. Seiring dengan hal itu pula, mencuat sejumlah nama beken yang diisukan jadi calon pelatih kuat Juventus ke depannya.
Salah satu nama yang paling terdepan adalah Luciano Spalletti. Situasi pelatih berkepala pelontos itu kini tengah menganggur usai dipecat dari kursi pelatih Timnas Italia.
Meski sempat tercemar namanya karena gagal membawa Timnas Italia berbicara banyak, Spalletti punya track record oke di kompetisi domestik. Buktinya, di bawah tangan dinginnya, Napoli berhasil scudetto.
Spalletti pun buka suara perihal namanya diisukan jadi pelatih baru Juventus. “Saya baik-baik saja, saya tenang. Saya punya ambisi untuk membuatnya segalanya baik-baik saja,” katanya, seperti dikutip Holopis.com dari Sky Sports.
Lebih lanjut, Spalletti mengapresiasi sosok Tudor. Di sisi lain, ia menyebut bahwa siapa pun pelatih Juventus nantinya, merupakan orang paling beruntung karena menunggangi skuad yang punya kedalaman skuad oke.
“Saya ingin memuji Tudor sebagai sosok yang serius dan punya semangat tinggi. Siapa pun penggantinya, dia adalah orang paling beruntung karena melatih (klub) yang sudah jadi,” imbuhnya.


