Saat Reza Haradian Tanya Mahfud MD Makannya Apa ?

0 Shares

JAKARTA – Aktor kawakan Indonesia, Reza Rahadian mengaku kagum dengan sosok Mahfud MD. Satu hal yang menurutnya paling menggelitik otaknya adalah ketika melihat performa intelektualitas Mahfud MD yang sangat luas dan cakap.

“Yang dibicarakan oleh Pak Mahfud, oke hukum, itu kan teks dan lain-lain. Tapi at the same time saya bisa mendengar tiba-tiba pak Mahfud membicarakan tentang ayat. Dan itu fasih,” kata Reza dalam podcast Ruang Sahabat bersama Mahfud MD dan Rizal Mustari di channel Youtube Mahfud MD Official, seperti dikutip Holopis.com, Sabtu (16/8/2025).

Karena kekagumannya, ia bahkan sempat berseloroh apa sebenarnya yang dimakan Mahfud setiap hari, sehingga bisa menjadi sosok yang memiliki kualitas literasi yang sangat luas. Bahkan ia menggambarkan otak Mahfud seperti perpustakaan.

“Wah, saya kalau saya bicara sama temen-temen di angkatan, nih orang makannya apa ya, kok bisa gitu ya,” ucapnya sembari disambut gelak tawa.

Menurut Reza, itulah salah satu sisi Mahfud MD yang sangat ia kagumi secara pribadi. Tak menjawab terlalu jauh, Mahfud pun hanya menyampaikan terima kasih atas testimoni sahabatnya itu.

“Karena wah, itu luar biasa dan saya sangat kagum,” lanjutnya.

Kunci Kecerdasan Mahfud MD

Dalam kesempatan podcast tersebut, Mahfud MD membocorkan satu trik bagaimana agar memiliki kualitas intelektual yang baik seperti dirinya. Salah satunya adalah doyan membaca. Bahkan sebagai akademisi, ia sudah terbiasa untuk membaca minimal 3 (tiga) buku sebelum mengajar satu mata pelajaran atau perkuliahan.

Alasannya karena agar seorang pengajar tersebut mendapatkan referensi yang lebih banyak dalam satu literasi yang akan dia bahas bersama dengan para murid atau Mahasiswanya.

“Anda mau ngajar satu kali bukunya minimal 3, minimal lho itu,” kata Mahfud.

Selain membaca, menulis juga menjadi salah satu trik untuk meningkatkan ketajaman otak dan memperkaya literasi. Bahkan dirinya sampai dengan saat ini masih aktif menulis, seminimal mungkin untuk literasi di surat kabar.

“Passion saya kan sejak dulu mengajar. Mengajar itu tidak bisa kalau tidak menulis, itu omong kosong,” terang Mahfud.

“Saya saya membaca kemudian menulis. Dalam proses menulis untuk mengajar itu selalu muncul ide-ide yang keluar dari ide besar itu, oh ini berikan ke masyarakat untuk ditulis di Koran, untuk ditulis di Majalah dan sebagainya,” sambungnya.

Karena kebiasaan membaca dan menulisnya itulah, yang membuat kualitas literasi dan intelektualitasnya dirasa cukup bagus. Maka kuncinya adalah membiasakan diri membaca dan menulis agar kemampuannya terasah dengan baik.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU