JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menekankan pentingnya transformasi artificial inteligence (AI) di sektor keuangan. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Deputi Gubernur BI, Juda Agung dalam acara Conference and Call for Papers Journal of Central Banking Law and Institutions (ICFP-JCLI) ke-3, yang berlangsung di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Dalam konferensi yang mengusung tema ‘Transformasi AI di Sektor Keuangan’ tersebut, Juda menegaskan tentang besarnya manfaat dan urgensi pemanfaatan AI di sektor keuangan. Namun ia juga mengingatkan, bahwa transformasi tersebut juga perlu disertai dengan mitigasi risiko.
Juda menekankan pentingnya memastikan transparansi dan keterjelasan, tata kelola dan akuntabilitas yang kuat, keandalan dan ketangguhan sistem, prinsip keadilan dan etika, serta perlindungan privasi data dan hak-hak konsumen.
“Prinsip-prinsip ini, meskipun sudah dikenal dalam regulasi keuangan yang ada, harus diadaptasi dengan cermat terhadap karakteristik AI yang unik”, ujar Juda dalam press rilis yang diterima Holopis.com, Kamis (1/5).
Juda kemudian menegaskan bahwa terdapat empat strategi utama yang perlu diadopsi untuk memastikan pemanfaatan AI dalam mendorong transformasi di sektor keuangan.
Strategi yang pertama yakni penguatan kerangka tata kelola. Kedua, peningkatan manajemen risiko yang lebih komprehensif. Ketiga, pengelolaan data yang kuat untuk menjaga integritas dan privasi informasi.
Kemudian yang terakhir, yakni perhatian serius terhadap risiko yang berasal dari keterlibatan pihak ketiga, yang dapat berpotensi menghadirkan kerentanan sistemik baru.
Sebagai informasi, bahwa ICFP-JCLI 2025 ini mempertemukan para peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang hukum, kelembagaan, kebanksentralan, hingga ekonomi dan keuangan digital dari berbagai negara. Para pembicara pun memberikan pemaparan mendalam untuk mendorong transformasi AI di sektor keuangan.
Setidaknya, sebanyak 258 paper dari para penulis di 30 negara kawasan Asia, Eropa, dan Afrika berhasil terjaring dalam konferensi tahun ini. Sehingga ajang Call for Paper ini diharapkan dapat menjadi wadah eksplorasi ide-ide baru yang relevan dengan isu terkini, khususnya dalam penyusunan kebijakan, pengembangan industri, serta kemajuan ilmu pengetahuan.


