HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mantan Menko Polhukam, Prof Mahfud MD mengatakan, bahwa efisiensi anggaran tidak boleh dikritik secara membabi-buta karena sejak Orde Baru kita selalu mengeluh pemerintah tidak efisien.
Menurut Mahfud, publik perlu mendukung kebijakan efisiensi anggaran karena itu salah satu alasan rakyat Indonesia melakukan Reformasi.
“Efisiensi itu untuk yang bagus-bagus cari sumber sumber produktif untuk biayai,” kata Mahfud MD dalam podcastnya yang dikutip Holopis.com, Kamis (20/2/2025).
Persoalannya, Mahfud menerangkan, pemberlakukan efisiensi anggaran itu bukan berarti pemotongan anggaran semata hanya untuk menjalankan program-program yang lainnya.
“Anggaran yang sudah benar tidak harus dipotong, anggaran yang sudah berjalan tidak harus ditiadakan,” ujarnya.
Mahfud mengingatkan, jangan sampai pemerintah memberikan makan gratis tetapi malah mengambil anggaran yang membuat orang kehilangan lapangan kerja, infrasturktur, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.
Kata Mahfud, efisiensi yang tepat yakni dengan memotong anggaran yang dihamburkan, seperti kunjungan luar negeri yang tidak jelas, rapat-rapat di hotel, dan lain-lain.
“Kita dukung tindakan efisiensi itu karena in-efisien itu bagian dari cara orang melakukan korupsi yang harus kita perangi. Tetapi, sekali lagi harus tepat,” pesan Mahfud.
Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan efisiensi anggaran hingga 44 miliar dollar AS atau setara Rp 750 triliun pada tahun pertama kepemimpinannya.
Pun demikian, Pemerintah tetap ingin agar kebijakan efisiensi memberi dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan alasan sebenarnya mengapa Presiden Prabowo Subianto melakukan efisiensi anggaran hingga Rp 306,69 triliun.
Menurutnya, Presiden ingin keuangan negara lebih bersih, sehingga berujung efisiensi APBN 2025.
“Presiden Prabowo sudah berulang kali mengatakan bahwa ia ingin spending (belanja negara) lebih efisien, baik, bersih, dan fokus, terutama dalam menjaga kebutuhan masyarakat,” ungkapnya dalam Mandiri Investment Forum 2025 di Fairmont Hotel, Jakarta Pusat, dikutip Minggu, 16 Februari 2025.
Dalam upaya ini, Sri Mulyani mengaku telah mengkaji lebih terkait dengan penggunaan dan keperuntukkan anggaran di masing-masing kementerian dan lembaga.

