Menurutnya, Porsadin merupakan bagian dari upaya menjaring dan mengembangkan talenta santri dalam bidang olahraga, seni, dan keagamaan. Ia mencontohkan capaian peserta didik madrasah diniyah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lukman berharap para juara Porsadin tingkat Jawa Tengah tidak berhenti pada pencapaian di tingkat provinsi. Mereka perlu memperoleh pembinaan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan Kementerian Agama agar dapat meningkatkan prestasi hingga tingkat nasional.
Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam penyelenggaraan perlombaan. Panitia, dewan juri, hakim, dan wasit diminta menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan adil demi menjaga kepercayaan peserta sekaligus memberikan teladan pendidikan karakter.
Selain pembinaan prestasi, Lukman meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan Madrasah Diniyah Takmiliyah. Kebijakan pendidikan diharapkan tidak menghambat kegiatan belajar para santri di madrasah diniyah.
Ia turut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tegal yang telah mengalokasikan insentif sebesar Rp2 juta per tahun bagi guru MDT. Lukman berharap dukungan dan insentif bagi para pendidik madrasah diniyah dapat terus ditingkatkan.



