Kenapa Ketupat Jadi Simbol Lebaran? Ini Makna di Baliknya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketupat menjadi salah satu makanan yang paling identik dengan perayaan Idulfitri di Indonesia. Hampir di setiap rumah, ketupat hadir sebagai pelengkap hidangan Lebaran bersama opor, rendang, hingga sambal goreng.

Meski terlihat sederhana, ketupat ternyata menyimpan makna filosofis yang cukup dalam. Tradisi ini tidak hanya soal makanan, tetapi juga berkaitan dengan nilai budaya dan spiritual yang telah diwariskan turun-temurun.

Asal-usul Ketupat dalam Tradisi Lebaran

Ketupat diyakini berasal dari tradisi masyarakat Jawa yang diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Dalam konteks budaya, ketupat menjadi bagian dari perayaan setelah menjalani puasa Ramadan.

Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia dan menjadi salah satu simbol khas Lebaran. Seiring waktu, ketupat tidak hanya menjadi makanan, tetapi juga bagian dari identitas perayaan Idulfitri di masyarakat.

Makna Filosofis di Balik Ketupat

Bentuk ketupat yang dianyam dari daun kelapa muda memiliki makna tersendiri. Anyaman tersebut melambangkan kompleksitas kesalahan manusia, sementara bagian dalamnya yang berwarna putih mencerminkan kesucian setelah saling memaafkan.

Dalam bahasa Jawa, ketupat atau kupat juga dimaknai sebagai ngaku lepat atau mengakui kesalahan. Filosofi ini selaras dengan tradisi saling memaafkan saat Lebaran.

Selain itu, ketupat juga menjadi simbol kebersamaan. Proses pembuatannya yang sering dilakukan bersama keluarga menjadikan makanan ini tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga sosial.

Sekadar informasi, tradisi ketupat tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara Asia Tenggara. Namun, perannya sebagai simbol Lebaran menjadi ciri khas yang kuat dalam budaya Indonesia.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU