Saham Wilmar Babak Belur! Terjun 4,89 Persen di Tengah Penyelidikan Kasus Karhutla

6 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

Yang lebih mencolok, tekanan terhadap Wilmar bukan hanya terjadi dalam satu hari.

Dalam enam bulan terakhir, saham perusahaan tersebut sudah tergerus lebih dari 20 persen.

Padahal, pada 8 April 2026, saham Wilmar masih diperdagangkan di level US$3,99.

Kini, posisinya merosot menjadi US$3,11. Penurunan ini memperlihatkan betapa berat tekanan yang sedang dihadapi perusahaan.

Di tengah kejatuhan harga saham, perhatian pasar juga tertuju pada penyelidikan kepolisian terkait kasus kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Persoalan karhutla menjadi isu sensitif bagi perusahaan agribisnis yang memiliki kegiatan usaha di sektor perkebunan.

Perkembangan penyelidikan tersebut berpotensi menjadi perhatian investor karena menyangkut persoalan hukum dan reputasi perusahaan.

Namun, penurunan saham Wilmar tidak bisa langsung disimpulkan sebagai dampak tunggal penyelidikan karhutla.

Ada persoalan lain yang tak kalah serius, yakni melemahnya kinerja keuangan perusahaan.

Tekanan berikutnya datang dari laporan keuangan kuartal ketiga 2026.

Wilmar memang masih mampu membukukan laba bersih sebesar US$281 juta untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026.

Akan tetapi, angka tersebut menyimpan kabar kurang menggembirakan.

Laba bersih inti perusahaan hanya mencapai US$267,3 juta, anjlok 25,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Ronald Steven
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Ronald Steven
6 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!