SBY Sampai Khawatir Rakyat Tak Tenteram di Negeri Sendiri, Minta Prabowo Turun Tangan Hidupkan Politik Berkeadaban!

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

Ketika moralitas dikesampingkan, kepercayaan masyarakat terhadap kehidupan bernegara juga berisiko terganggu.

Di tengah kegelisahan tersebut, SBY secara khusus menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto agar menghidupkan kembali politik yang berkeadaban.

Dia menegaskan bahwa seruan tersebut bukan sekadar pandangan pribadi, melainkan bentuk kecintaan terhadap Indonesia dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.

SBY berharap Prabowo mengambil peran penting untuk mengembalikan praktik politik yang menjunjung tinggi etika, moralitas, serta kepentingan rakyat.

“Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban,” tulisnya.

SBY bahkan menyebut permintaan tersebut sebagai panggilan sejarah dan amanah rakyat yang perlu dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Menurutnya, kepemimpinan nasional memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga agar kehidupan politik tidak berkembang menjadi persaingan tanpa batas yang justru meresahkan masyarakat.

Dia pun menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo diberikan kekuatan dan petunjuk dalam menjalankan tugas tersebut.

“Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini,” tandas SBY.

Pesan SBY tersebut menempatkan persoalan etika politik sebagai perhatian penting dalam perjalanan pemerintahan.

Dia berharap Indonesia tetap menjadi negara tempat masyarakat dapat hidup dengan aman, tenteram, dan tidak dihantui kekhawatiran akibat pertarungan kepentingan politik.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!